GEOLOGI DAN POTENSI SUMBERDAYA BATUBARA SEAM A BERDASARKAN DATA PERMUKAAN DESA TANJUNG BELIT DAN SEKITARNYA, KECAMATAN ASAM JUJUHAN, KABUPATEN DHARMASRAYA, PROPINSI SUMATERA BARAT

RIFKI ADITYA, PAHLAWAN (2011) GEOLOGI DAN POTENSI SUMBERDAYA BATUBARA SEAM A BERDASARKAN DATA PERMUKAAN DESA TANJUNG BELIT DAN SEKITARNYA, KECAMATAN ASAM JUJUHAN, KABUPATEN DHARMASRAYA, PROPINSI SUMATERA BARAT. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

Daerah penelitian secara administratif terletak di Desa Tanjung Belit dan sekitarnya, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, Propinsi Sumatera Barat. Secara geografis daerah telitian terletak pada koordinat 1022’25” LS - 1022’25” LS dan 101039’35” BT - 101042’49” BT, dan secara Universal Traverse Mercator (UTM) zona 47 Southern Hemisphere pada koordinat 9842000 mN – 9848000 mN dan 796000 mE – 802000 mE, dengan luas 6,5 x 6,5 km2, dengan peta berskala 1:20.000. Tujuan penelitian adalah melakukan pemetaan geologi permukaan dan melakukan perhitungan sumberdaya batubara pada daerah penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan metode pemetaan geologi permukaan, meliputi kegiatan orientasi lapangan dan Pengambilan data lapangan dengan menggunakan jalur lintasan tertentu, pengambilan data permukaan meliputi, orientasi medan, pengamatan morfologi, pengamatan singkapan, pengukuran kedudukan, pembuatan profil singkapan dan pengambilan contoh batuan. Perhitungan sumberdaya batubara pada daerah penelitian menggunakan metode penampang. Pola pengaliran yang berkembang di daerah penelitian adalah pola pengaliran dendritik. daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan geomorfologi, yaitu satuan geomorfologi perbukitan homoklin (S1), satuan geomorfologi lembah homoklin (S2), dan satuan geomorfologi limpah banjir (F1). Secara umum stratigrafi daerah penelitian terdiri dari empat satuan batuan berurut dari tua ke muda, yaitu : Satuan batupasir Sinamar yang berbeda fasies melensa dengan Satuan konglomerat Sinamar, Satuan batulempung Sinamar, dan Satuan Endapan Alluvial. Satuan batupasir Sinamar diendapkan di lingkungan Distributary Channel, dimana satuan batupasir Sinamar memiliki hubungan bedafasies melensa dengan Satuan konglomerat Sinamar yang diendapkan di lingkungan Channel, kedua Satuan ini diendapkan di lingkungan Transitional Lower Delta Plain berumur Oligosen. Secara selaras di atasnya diendapkan Satuan batulempung Sinamar yang merupakan endapan dari lingkungan Lower Delta Plain lebih tepatnya Zona, berumur Oligosen akhir (N3). Satuan Endapan Alluvial yang merupakan endapan Holosen, menindih secara tidak selaras diatas satuan yang lebih tua. Pada daerah penelitian terdapat 2 lapisan batubara yang dijumpai sebagai sisipan pada satuan batulempung Sinamar. Lapisan Batubara A (Ketebalan 0,22-1,2m), Lapisan Batubara B (Ketebalan 1,0-1,5m). Lapisan batubara B termasuk ke dalam kelompok Sub-Bituminous. Jumlah sumberdaya Tertunjuk Batubara dengan rumus mean area: untuk seam A= 3.142.097 Ton, sedangkan Jumlah sumberdaya Tereka: 3.910.638 Ton. Berdasarkan perhitungan sumberdaya, analisa batubara, serta keadaan geologi, maka penulis menyimpulkan bahwa perlu diadakannya eksplorasi lanjutan, yaitu berupa pengeboran dan pengambilan data logging untuk memastikan geometri, kemenerusan dan ketebalan lapisan batubara.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 500 Sains dan Matematika
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 05 Dec 2011 03:14
Last Modified: 09 May 2015 03:27
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1009

Actions (login required)

View Item View Item