TEKANAN LOBI YAHUDI TERHADAP BARACK OBAMA TERKAIT KONFLIK ISRAEL – PALESTINA

DIANI, FARIDA NOVA (2011) TEKANAN LOBI YAHUDI TERHADAP BARACK OBAMA TERKAIT KONFLIK ISRAEL – PALESTINA. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

Konflik Israel-Palestina, adalah suatu konflik yang terus berlanjut antara bangsa Israel dan bangsa Palestina. Konflik Israel-Palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran satu komunitas dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Sejak Persetujuan Oslo, Pemerintah Israel dan Otoritas Palestina (OP) secara resmi telah bertekad untuk menggunakan solusi dua negara. Israel yang selalu berhasil mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat karena kuatnya pengaruh kelompok2 kelompok yang pro Israel tersebut yang dikenal dengan Lobi Yahudi dimana dominasi Lobi Yahudi sangat berpengaruh kuat di kongres negara Amerika Serikat. Secara koordinatif kelompok Lobi Yahudi tersebut memiliki dan peran yang sangat signifikan dalam hal untuk melobi dan mempengaruhi para pembuat keputusan, terutama para anggota-anggota kongres dan para pejabat-pejabat tinggi di Gedung Putih yang memiliki kepentingan dalam mempengaruhi kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah terutama konflik Israel Palestina yang pro Israel. Kuatnya Lobi Yahudi tersebut bahkan telah mengalahkan prioritas utama negara Amerika Serikat yang mengaku sebagai sebuah negara demokrasi dan menjunjung tinggi HAM. Amerika Serikat bahkan rela melawan negara lain dan bersedia menerima embargo dari negara lain hanya untuk membela Israel. Jika dibandingkan dengan kelompok pro Israel atau Arab yang lemah dalam melobi, kelompok pelobi Israel jauh lebih kuat dan kelemahan kelompok pro Israel tersebut justru memberikan kemudahan bagi kelompok pro Israel dalam mempengaruhi Amerika Serikat. 3 Kuasa pengaruh Lobi Yahudi atas Amerika Serikat yang begitu besar membuat para calon politisi yang duduk di Gedung Putih tunduk pada Lobi Yahudi. Kelompok lobi Yahudi yang paling berpengaruh di Amerika Serikat American Israel Public Affairs Committee (AIPAC). AIPAC adalah kelompok Lobi Yahudi yang sering mempengaruhi kebijakan-kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat. Sebagai kelompok Lobi Yahudi yang berpengaruh di Amerika Serikat, AIPAC berhasil meloloskan para politisi yang mendukung agenda-agenda mereka sebagai anggota legislatif dan anggota Kongres di Amerika Serikat dan mengatur siapa saja yang mengkritik Israel dan agenda AIPAC untuk masuk dalam jajaran pejabat pemerintahan di Amerika Serikat. AIPAC yang berhasil mempengaruhi pemerintah Amerika Serikat dalam kebijakan-kebijakannya luar negerinya terutama yang menyangkut kepentingan Israel. Peran Lobi Yahudi yang begitu besar dalam setiap pemilu presiden Amerika Serikat, sehingga siapapun yang terpilih menjadi presiden di Amerika Serikat, mampu 4 menunjukkan komitmen dan dukungan penuhnya terhadap eksistensi Israel. Terpilihnya Barack Obama sebagai Persiden Amerika Serikat yang ke 44 pada pemilu 2008, dimana disaat dunia berharap akan membawa adanya perubahan di negara-negara Timur Tengah, dalam pidato kampanyenya Barack Obama berjanji akan mampu menangani konflik yang terjadi di Timur Tengah terutama konflik Israel Palestina yang sampai saat sekarang tidak adanya perwujudan kata damai dari solusi dua negara yang hidup berdampingan tersebut, akan tetapi sampai saat ini Presiden Barack Obama tidak membawa adanya perubahan terhadap konflik yang terjadi di Israel-Palestina. Barack Obama yang tetap menjadikan ‘keselamatan’ bagi Israel sebagai sebuah agenda utama Amerika Serikat karena dalam kemenangan Barack Obama dalam pemilihan presiden tahun 2008, karena adanya suntikan dana-dana kampanye yang sangat besar dari para Lobi-lobi Yahudi. Pemerintahan Amerika Serikat yang sudah berlangsung sangat lama dalam kendali oleh orang-orang para keturunan 5 Yahudi di Amerika Serikat yang pro-Israel, hal ini tidak lepas dari peran organisasi-organisasi Lobi Yahudi PACs (Political Action Committes) atau badan dana Yahudi yang pro Israel yang menjadi politik utama di Amerika Serikat, dengan melalui organisasi-organisasi Zionis yang memiliki akses langsung maupun tidak langsung pada pusat-pusat propaganda di Amerika Serikat. Dengan banyaknya dana yang mengalir pada saat pemilu presiden di Amerika Serikat, sehingga Lobi Yahudi mampu menekan Barack Obama melalui dana-dana kampanye pemilu presiden yang dikeluarkan oleh para Lobi Yahudi tersebut. Sehingga Barack Obama masih berpihak terhadap Lobi Yahudi Israel yang terus membela kepentingan negara Israel dengan tegas menyatakan bahwa dirinya akan mendukung penuh negara Israel dan tak akan ada perdamaian di Timur Tengah tanpa jaminan keamanan negara Israel dengan ibukota Yerusalem. Dukungan Amerika Serikat yang selalu diberikan kepada pro-Israel yang menimbulkan pengaruh yang terjadi di dalam lembaga Eksekutif dan Legislatif. Besarnya pengaruh Lobi Yahudi yang telah menyulitkan Amerika Serikat untuk menekan Israel agar mematuhi pejanjian 6 damai yang telah disepakati guna untuk mengakhiri konflik Israel dan Palestina yang berlangsung lama. Secara komprehensif, para kelompok penekan Lobi Yahudi menekan organ-organ pemerintahan Amerika Serikat yaitu para menteri, anggota parlemen, dan para pejabatpejabat tinggi. Pada tingkat awal ini terdapat tindakan terbuka yang diketahui oleh publik. Dalam tindakan terbuka dengan cara melalui mengajukan tuntutan guna memenuhi janji yang dibuat oleh para calon pada kelompok penekan dalam waktu pemilu. pembentukan kelompok penekan antar partai di dalam parlemen dan pembentukan asosiasi sesame anggota legislator. Penulisan surat ancaman pada wakil rakyat sehari sebelum debat penting di parlemen yang nantinya akan berpengaruh atau tidak dan mengirim utusan ke kelompok parelementer, komisi-komisi pemerintahan dan para menteri negara. Dukungan Yahudi terhadap Barack Obama tidak terlepas dari tujuan mereka untuk tetap menjaga eksistensi negara ilegal Israel yang berdiri di atas tanah milik bangsa Palestina. Ada keyakinan yang tertanam di kalangan masyarakat Yahudi bahwa, jika Amerika Serikat lemah maka 7 Israel juga lemah dan jika Amerika Serikat dihormati maka Israel juga akan dihormati. Sehingga dalam hal ini publik masayarakat keturunan Yahudi yang berada di Amerika Serikat yang melihat Barack Obama sebagai sosok yang kuat dan populer bukan hanya di mata publik Amerika Serikat namun juga di mata masyarakat dunia. Dalam beberapa kesempatan Presiden Barack Obama yang menyatakan akan secara aktif terlibat dalam upaya rekonsiliasi Arab-Israel dan mengecam perluasan pemukiman Yahudi oleh Israel yang disebutnya "tidak membantu" upaya perdamaian di Palestina. Sehingga presiden Barack tidak mampu memerangi besarnya pengaruh tekanan Lobi Yahudi yang berada di Amerika Serikat, sehingga pada akhirnya Barack Obama menyatakan kepentingannya dalam menyelesaikan masalah konflik Israel Palestina, bukan hanya untuk Israel tapi juga untuk kepentingan Amerika Serikat sendiri. Dalam hal ini bahwa kebijakan pemerintahan Presiden Barack Obama masih sama dengan para pendahulunya dan ambigu dualism yang mengandung multitafsir, terkait dalam permasalahan konflik Timur 8 Tengah dan Palestina yang berpihak kepada kepentingan Israel.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Ilmu Sosial
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Depositing User: Sri Lestari
Date Deposited: 22 Nov 2011 02:39
Last Modified: 21 Apr 2015 03:14
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1032

Actions (login required)

View Item View Item