KAJIAN BEBAN KERJA TERHADAP PRODUKSI DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR ALAT ANGKUT PADA PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP DI PT. CIPTA KRIDATAMA KALIMANTAN TIMUR

YOLANDA, ASFIERA (2011) KAJIAN BEBAN KERJA TERHADAP PRODUKSI DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR ALAT ANGKUT PADA PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP DI PT. CIPTA KRIDATAMA KALIMANTAN TIMUR. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Restricted to Registered users only until 15 November 2012.

Download (74kB)

Abstract

PT. Cipta Kridatama (PT. CK) bergerak dibidang jasa pertambangan batubara. Saat ini PT. CK site PT. Multi Harapan Utama (PT. MHU) memiliki 3 pit aktif yaitu Pit JA-DSG WW3, Pit JA-S3 dan Pit SEGMEN 3-EXT. Penelitian dilakukan hanya pada 2 pit yaitu Pit JA-DSG WW3 dan Pit SEGMEN 3-EXT. Sistem penambangan yang digunakan adalah tambang terbuka dan metode yang digunakan adalah open pit dan nilai stripping ratio sebesar 16:1 . Pengupasan lapisan tanah penutup (overburden) merupakan salah satu kegiatan utama dalam penambangan. Pengupasan lapisan tanah penutup menggunakan cara konvensional, yaitu dengan cara menggunakan kombinasi alat-alat pemindahan tanah mekanis (alat gali, muat dan angkut) seperti kombinasi antara back hoe Terex RH40-E dengan kapasitas bucket 7 m3 dan dump truck dengan merk Caterpillar (CAT) 773 E dengan kapasitas vessel 35,2 m3. Kondisi lebar jalan angkut yang dihitung menggunakan rumus sebesar 17,75 m untuk jalan lurus dan 21,14 m untuk jalan tikungan menurut “AASTHO (American Association of State Transportation Highway Officials) Manual Rural Highway Design”, sedangkan lebar jalan angkut senyatanya 19 m pada jalan lurus dan 23 m pada jalan tikungan. Standar perusahaan untuk kemiringan jalan sebesar 8%. Kondisi kemiringan jalan senyatanya pada Pit JA DSG WW3 memiliki kemiringan maksimal yang lebih besar yaitu 8,9% serta jarak yang jauh sekitar 970 m, sedangkan pada Pit SEGMEN-3 EXT memiliki kemiringan maksimal yang relatif kecil yaitu 1,8% dan jarak yang lebih pendek sekitar 600 m. Bila kemiringan jalan tinggi maka tahanan kemiringan (grade resistance) akan semakin besar, waktu edar (cycle time) juga akan semakin besar, kecepatan akan berkurang. Kecepatan alat berkurang disebabkan tahanan kemiringan yang dialami dump truck sehingga akan membutuhkan rimpull atau tenaga yang besar untuk dapat mengatasi tahanan kemiringan tersebut. Nilai rimpull di Pit JA DSG WW3 kemiringan jalan maksimal 8,9% sebesar 26.735,16 lb dengan konsumsi bahan bakar sebesar 38,21 liter/jam dan pada Pit SEGMEN-3 EXT kemiringan jalan maksimal 1,8% nilai rimpullnya sebesar 6.899,40 lb dengan konsumsi bahan bakar sebesar 35,8 liter/jam. Produksi dari alat angkut yang digunakan di lokasi penambangan dari Pit SEGMEN-3 EXT untuk setiap alat angkutnya adalah 166,05 bcm/jam dan di Pit JA DSG WW3 adalah 120,25 bcm/jam. Semakin besar beban kerja (load factor) maka konsumsi bahan bakar pun semakin besar. Pada Pit SEGMEN-3 EXT beban kerja sebesar 75% dan konsumsi bahan bakar seharusnya 132,27 liter/jam, sedangkan pada Pit JA DSG WW3 beban kerja sebesar 78% dan konsumsi bahan bakar seharusnya 137,54 liter/jam. Pada penelitian konsumsi bahan bakar seharusnya lebih kecil daripada konsumsi bahan bakar senyatanya yaitu pada Pit SEGMEN-3 EXT konsumsi bahan bakar senyatanya sebesar 35,8 liter/jam dan pada Pit JA DSG WW3 sebesar 38,21 liter/jam. Banyaknya konsumsi bahan bakar dalam liter yang digunakan untuk setiap bcm produksi dari setiap dump truck yang dihasilkan pada kondisi pit yang berbeda, yaitu 0,22 liter/bcm di Pit SEGMEN-3 EXT dan 0,32 liter/bcm Pit JA DSG WW3.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Teknologi
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 15 Nov 2011 04:44
Last Modified: 18 May 2015 02:45
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1059

Actions (login required)

View Item View Item