PENAKSIRAN SUMBERDAYA PASIR BATU DI DESA PANDANSARI KEC. SRUWENG KAB. KEBUMEN PROVINSI JAWA TENGAH

ABDUL HAMID, AL IKHSAN (2011) PENAKSIRAN SUMBERDAYA PASIR BATU DI DESA PANDANSARI KEC. SRUWENG KAB. KEBUMEN PROVINSI JAWA TENGAH. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Restricted to Registered users only until 15 November 2012.

Download (15kB)

Abstract

Didalam mengevaluasi suatu proyek pertambangan penaksiran sumberdaya merupakan salah satu tugas penting karena dapat memberikan taksiran dari kuantitas dan kualitas dari suatu bahan galian, dapat menentukan umur suatu tambang dan dapat menentukan batas – batas kegiatan penambangan (pit limit). Pasir batu yang terdapat di daerah penelitian memiliki keseragaman batuan yang tinggi dengan topografi yang berbentuk bukit. Penaksiran sumberdaya yang dilakukan di daerah penelitian menggunakan metode cross section dan contour. Luas daerah penelitian sekitar 190.000 m 2 . Dari penaksiran sumberdaya pasir batu dengan menggunakan metode cross section didapatkan perhitungan volume sumberdaya total sebesar 9.032.350 Bcm dan penaksiran sumberdaya pasir batu total dengan menggunakan metode contour didapatkan perhitungan volume sumberdaya sebesar. 8.904.791 Bcm. Mengacu pada klasifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Amandemen 1 – SNI – 13 – 5014 – 1998. ICS 73.020 maka pasir batu didaerah penelitian termasuk sumberdaya mineral terukur (measured mineral resources). Penaksiran sumberdaya terukur pasir batu di daerah penelitian dengan menggunakan metode cross section sebesar 8.580.732 Bcm dan dengan metode contour sebesar 8.459.551 Bcm, sumberdaya terukur ini didapatkan dari hasil volume total sumberdaya setelah dikurangi dengan faktor koreksi, yaitu faktor kesalahan manusia yang diasumsikan sebesar 5%. Pada metode cross section faktor kesalahan manusia sebesar 451.618 Bcm, dan untuk metode contour faktor kesalahan manusia sebesar 445.240 Bcm. Perbedaan hasil perhitungan volume sumberdaya antara kedua metode sebesar 121.181 Bcm. Perbedaan tersebut dikarenakan adanya permukaan antar dua kontur yang lebih mendekati kenyataan bila dibandingkan dengan permukaan antar kedua penampang. Kedua metode menggunakan rule of gradual change atau pedoman perubahan bertahap sehingga jarak antar penampang dianggap lurus. Jika demikian maka jarak antar kontur lebih mendekati kenyataan jika dibandingkan dengan jarak lurus antar penampang, sehingga dapat pula diartikan bahwa jarak lurus antar penampang menghasilkan perhitungan volume yang lebih besar bila dibandingkan dengan volume yang dihitung jarak lurus antar kontur. Didalam pelaksanaan perencanaan penambangan digunakan hasil perhitungan sumberdaya terukur pasir batu terkecil yaitu perhitungan dengan menggunakan metode contour sebesar 8.459.551Bcm.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 500 Sains dan Matematika
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 15 Nov 2011 04:31
Last Modified: 12 May 2015 06:44
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1060

Actions (login required)

View Item View Item