GEOLOGI DAN STUDI FASIES GUNUNG API SATUAN NGLANGGRAN, DAERAH POHIJO, KECAMATAN SAMPUNG, KABUPATEN PONOROGO, PROPINSI JAWA TIMUR

Widyaningsih, Endah Pratiwi (2011) GEOLOGI DAN STUDI FASIES GUNUNG API SATUAN NGLANGGRAN, DAERAH POHIJO, KECAMATAN SAMPUNG, KABUPATEN PONOROGO, PROPINSI JAWA TIMUR. Other thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

Full text not available from this repository.

Abstract

Lokasi penelitian secara administratif terletak di desa Pohijo, Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis terletak pada 111°16’30” BT – 111°22’30” BT dan 7°47’30” LS dan 7°50’00” LS. yang terdapat dalam lembar Purwantoro propinsi Jawa tengah, Lembar Peta Nomor 1508 - 123 Edisi 1 - 2001 skala 1 : 25.000 dengan luas daerah telitian 8 x 5 Km². Berdasarkan klasifikasi Van Zuidam (1983), daerah telitian dibagi menjadi tiga satuan bentuk asal dan lima satuan bentuk lahan, yaitu: Satuan Perbukitan Karst (K1), Satuan Bukit Intrusi (V1), Satuan Dataran Jatuhan tuf (V2), Satuan Dataran Aliran Lahar (V3), Perbukitan breksi terkikis (D1). Jenis pola aliran yang berkembang pada daerah telitian, setelah disesuikan dengan klasifikasi pola sumgai yang ditulis oleh A.D. Howard, 1967, dapat di klasifikasikan kedalam pola sungai Subrectangular, Subdendritik dan Paralel. Stadia geomorfik pada daerah telitian adalah dewasa - tua (Lobeck,1939). Stratigrafi daerah penelitian dimulai dari tua ke muda: Satuan Breksi (Formasi Nglanggran), Intrusi Andesit, Satuan Batugamping (Formasi Sampung), Satuan Tuf (Formasi Jabolarangan), Satuan Lahar Lawu. Pada daerah penelitian Satuan Breksi Nglanggran merupakan satuan batuan yang berumur paling tua, yang kemudian di intrusi oleh Satuan Intrusi Andesit, kemudian terendapkan secara tidak selaras Satuan Batugamping Sampung. Selanjutnya diatas Satuan Batugamping Sampung diendapkan secara tidak selaras Satuan Tuf Jabolarangan, Kemudian diatas Satuan Tuf Jabolarangan diendapkan secara selaras Satuan Lahar Lawu. Struktur geologi pada daerah telitian berupa sesar. Sesar yang berkembang adalah sesar normal Gondang dan sesar normal Watukarut. Berdasarkan karakteristik litologi dari analisa penampang stratigrafi terukur 1 Pohijo masuk dalam Fasies Proximal, sedangkan dari analisa penampang stratigrafi terukur daerah Gondang, Watukurut dan Sayutan daerah ini termasuk kedalam Fasies Medial,

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 500 Sains dan Matematika
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
Depositing User: Muji Isambina
Date Deposited: 02 Nov 2011 05:16
Last Modified: 09 May 2015 04:10
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1195

Actions (login required)

View Item View Item