GEOLOGI DAN STUDI KUALITAS BATUBARA PADA SEAM A, DAERAH BINAI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR, KABUPATEN BULUNGAN, PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

SIDIQ, NUR (2011) GEOLOGI DAN STUDI KUALITAS BATUBARA PADA SEAM A, DAERAH BINAI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR, KABUPATEN BULUNGAN, PROPINSI KALIMANTAN TIMUR. Other thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

Full text not available from this repository.

Abstract

Lokasi penelitian termasuk dalam lahan konsesi tambang PT. Moa Maju Kurnia Utama (MMKU) yang terletak di Daerah Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. Secara geografis koordinat daerah telitian termasuk kedalam zona 50 N dengan koordinat telitian yaitu X = 576000 mE – 579500 mE dan Y = 293200 mN – 295700 mN, dengan skala peta skala 1 : 10.000. Berdasarkan keadaan topografi dan aspek-aspek yang mengontrolnya, daerah telitan dibagi menjadi 4 Satuan geomorfologi, yaitu: Subsatuan Geomorfik Perbukitan Homoklin Berlereng Sedang (S1), Subsatuan Geomorfik Perbukitan Homoklin Berlereng Lemah (S1), Subatuan Geomorfik Dataran Banjir (F1), dan Subsatuan Geomorfik Tubuh Sungai (F2). Secara regional daerah penelitian termasuk dalam Cekungan Tarakan yang terdiri dari batuan sedimen, batuan gunung api dan batuan beku dengan kisaran umur dari Tersier sampai Kuarter. Dari tua ke muda terdiri dari Formasi Bengara, Formasi Sembakung, Formasi Seilor, Formasi Tabalar, Formasi Birang, Formasi Latih, Formasi Labanan (Domaring), Formasi Sinjin (Sajau) dan Satuan alluvial. Daerah telitian disusun oleh 2 satuan batuan dengan urutan dari tua ke muda yaitu 1.) Satuan Batupasir Sajau, yang terdiri dari batupasir dengan sisipan batulempung dan batubara serta 2) Satuan alluvial. Lingkungan pengendapan daerah telitian termasuk dalam Transitional Lower Delta Plain. Data-data struktur geologi pada daerah telitian tidak dijumpai, sehingga aktivitas struktural dimungkinkan tidak terlalu berpengaruh terhadap tatanan geologi daerah telitian. Pada daerah telitian, memiliki 3 lapisan batubara (seam) yaitu seam A, seam B dan seam C dengan ketebalan antara 3 – 15 meter. Struktur geologi tidak berkembang dengan baik, sehingga kondisi cebakan batubara yang ada relatif stabil. Berdasarkan analisa kualitas pada daerah telitian didapatkan nilai tertinggi dari setiap analisa yang dilakukan yaitu : a) TM (Total Moisture) dengan nilai terendah pada titik 33AC sebesar 57,85%, b) Ash (Kadar Abu) dengan nilai terendah pada titik 33AC sebesar 3,6%, c) TS (Total Sulfur) dengan nilai tertinggi pada titik 21U sebesar 0,10%, d) CV (Calorifix Value) dengan nilai tertinggi pada titik 21U dengan kalori sebesar 5354,65 Cal/g.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 500 Sains dan Matematika
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
Depositing User: Muji Isambina
Date Deposited: 02 Nov 2011 04:19
Last Modified: 09 May 2015 03:05
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1204

Actions (login required)

View Item View Item