PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN OBAT UNTUK PASIEN DINAS DI RUMAH SAKIT TINGKAT II DR. SOEDJONO MAGELANG

Yans Dwi Putri, Pamungkas (2011) PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN OBAT UNTUK PASIEN DINAS DI RUMAH SAKIT TINGKAT II DR. SOEDJONO MAGELANG. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (1088Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian intern persediaan obat untuk pasien dinas di Rumah Sakit Tk. II dr. Soedjono Magelang. Ruang lingkup penelitian ini adalah studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Metode analisis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif comparative. Ringkasan dari hasil penelitian ini adalah : pertama, struktur organisasi Rumkit Tk.II Dr. Soedjono Magelang, khususnya bagian instalasi farmasi, berbentuk fungsional, yang terdiri atas fungsi gudang, fungsi pembelian, fungsi akuntasi, dan fungsi bendahara. Namun belum dilakukan pemisahan fungsi yang baik, yaitu fungsi pembelian, fungsi gudang dan fungsi akuntansi. Kedua, Rumkit Tk.II Dr. Soedjono Magelang, belum memiliki fungsi internal audit, yaitu bagian khusus yang secara independen melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap pelaksanaan prosedur dan pencatatan yang ada dalam manajemen rumah sakit. Peran dan fungsi tersebut di bagian instalasi farmasi dilakukan oleh kepala bagian instalasi farmasi. Ketiga, penilaian risiko atas persediaan obat untuk pasien dinas sudah cukup memadai. Hal ini terlihat dengan adanya penaksiran resiko atas faktor kadaluarsa obat, serta membuat kebijaksanaan stok opname secara rutin setiap bulan untuk mengatasi risiko persediaan obat tersebut. Keempat, pelaksanaan informasi dan komunikasi atas persediaan obat secara umum masih memadai untuk mendukung pengendalian intern. Fungsi-fungsi yang terkait, prosedur-prosedur, dokumen, dan catatan yang diperlukan dibentuk dan dikoordinasikan sedemikian rupa agar informasi persediaan obat yang wajar dapat dihasilkan dan dikomunikasikan setiap hari. Kelima, aktivitas pengendalian yang dilakukan terhadap pelaksanaan transaksi penerimaan dan pengeluaran obat juga masih memadai. Setiap transaksi yang terjadi juga telah di otorisasi oleh pegawai yang berwenang dan dokumen-dokumen yang digunakan dalam setiap transaksi tersebut telah memiliki nomor urut tercetak. Pengawasan fisik atas persediaan dan catatan juga sudah memadai walaupun belum ada pengecekan independen karena kegiatan tersebut dilakukan oleh kepala instalasi farmasi sendiri. Namun belum ada pemisahan tugas yang cukup, karena masih adanya rangkap jabatan, yaitu fungsi gudang, fungsi pembelian dan fungsi akuntansi. Dan yang keenam, aktivitas pengawasan terhadap pengendalian intern persediaan obat untuk pasien dinas telah dilaksanakan dengan baik melalui kegiatan stock opname secara periodik setiap bulannya. Kata kunci : Pengendalian Intern, Rumah Sakit, Persediaan Obat.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 600 Teknologi
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Akuntansi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 02 Nov 2011 10:32
    Last Modified: 02 Nov 2011 10:32
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1236

    Actions (login required)

    View Item