EVALUASI TEKNIS PRODUKSI EXCAVATOR KOMATSU PC 1250 SP UNTUK PENGUPASAN LAPISAN PENUTUP PADA PENAMBANGAN BATUBARA PIT K, SITE BINUNGAN, PT. BERAU COAL, KALIMANTAN TIMUR

Pamangku, AJI (2011) EVALUASI TEKNIS PRODUKSI EXCAVATOR KOMATSU PC 1250 SP UNTUK PENGUPASAN LAPISAN PENUTUP PADA PENAMBANGAN BATUBARA PIT K, SITE BINUNGAN, PT. BERAU COAL, KALIMANTAN TIMUR. Other thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

Full text not available from this repository.

Abstract

PT. Beraucoal pada tahun 2010 mentargetkan produksi batubara untuk pit K, site Binungan, yaitu sebesar 750.700 ton. Nisbah pengupasan batubara untuk pit K, site Binungan adalah 9,71, yang berarti untuk mengambil 1 ton batubara, harus mengupas 9,71 bcm lapisan penutup terlebih dahulu. Dengan demikian untuk memenuhi target produksi batubara 750.700 ton harus mengupas 7.290.000 bcm lapisan penutup. Agar target produksi batubara 750.700 ton tercapai, maka target produksi lapisan penutup 7.290.000 bcm juga harus tercapai. Target produksi tersebut dibagi merata menjadi 3 armada dengan spesifikasi excavator dan dumptruck yang sama. Sedangkan jumlah truknya disesuaikan dengan jarak ke disposal. Target produksi tersebut harus dipenuhi dengan jam kerja yang ada. Pembagian jam kerja terdiri dari 2 shift. Sedangkan hari kerja efektif untuk tahun 2010 sebanyak 358,5 hari, sehingga total waktu kerja untuk memenuhi target produksi lapisan penutup adalah 5327,81 jam. Dengan jumlah armada dan jam kerja yang ada maka target produksi per jam untuk satu armada seharusnya sebesar 456,10 bcm / jam. Pada kenyataannya produksi masing – masing excavator tidak mencapai target. Hal ini dikarenakan adanya hambatan – hambatan yang mengganggu jalannya produksi. Hambatan tersebut adalah adanya waktu tunggu excavator dikarenakan kurangnya jumlah dumptruck dan sempitnya jalan angkut pada beberapa titik sehingga menyebabkan kinerja dumptruck terhambat, yang pada akhirnya mengurangi produksi excavator. Solusi penambahan alat angkut harus disertai perbaikan jalan. Apabila tidak dilakukan perbaikan jalan terlebih dahulu maka hanya akan memperparah keadaaan. Dengan perbaikan jalan angkut ternyata target produksi 456,10 bcm/jam masih belum tercapai, sehingga perlu dilakukan penambahan alat angkut. Armada 15 dengan penambahan 2 truk dapat berproduksi sebesar 479,65 bcm / jam, sedangkan armada 36 dengan penambahan 1 truk dapat berproduksi sebesar 479,69 bcm / jam. Armada 12 dengan penambahan jumlah truk ideal yaitu 2 truk hanya dapat mencapai produksi sebesar 447,96 bcm / jam, sehingga tidak dapat memenuhi target produksi. Armada 12 tidak dapat mencapai produksi karena kondisi excavator 12 yang sudah tidak bagus.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Teknologi
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
Depositing User: Ratna Sufiatin
Date Deposited: 02 Nov 2011 02:45
Last Modified: 13 May 2015 04:35
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1254

Actions (login required)

View Item View Item