GEOLOGI DAN POLA SEBARAN BATUBARA DAERAH DESA SUKAMERINDU DAN WANARAYAKECAMATAN KIKIM BARAT KABUPATEN LAHAT PROVINSI SUMATERA SELATAN

Tandiary, Moch. Fachlevi. (2011) GEOLOGI DAN POLA SEBARAN BATUBARA DAERAH DESA SUKAMERINDU DAN WANARAYAKECAMATAN KIKIM BARAT KABUPATEN LAHAT PROVINSI SUMATERA SELATAN. Other thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

[img]
Preview
PDF
Download (252kB) | Preview

Abstract

Daerah Penelitian berada pada daerah konsesi PT. Bagus Karya dengan no. ijin 503/492/KEP/PERTAMBEN/2008, secara administratif terletak di daerah desa sukamerindu dan wanaraya (Simpang pemukim/SP1) kecamatan kikim barat kabupaten lahat provinsi sumatera selatan. Terletak pada koordinat Universal Traverse Mercator (UTM) 9800000 - 9607300mN dan 298000 – 303900mE, zona 48 m, dengan luas daerah penelitian 8 km² x 5 km² Berdasarkan keadaan topografi dan aspek-aspek yang mengontrolmya, geomorfologi daerah penelitian dapat dibagi menjadi 2 bentukan asal dan 2 satuan geomorfik yaitu : a) bentukan asal denudasional yang terdiri dari satuan geomorfik Perbukitan bergelombang (D1) b) bentukan asal fluvial yang terdiri dari satuan geomorfik Tubuh Sungai (F2). (Modifikasi : Van Zuidam, 1983). Pola aliran di daerah telitian termasuk pola Subdendritik (Howard, 1967). Berdasarkan tingkat erosi dan stadia sungai maka daerah telitian termasuk dalam stadia dewasa. Daerah telitian dibangun oleh 2 satuan batuan dari tua ke muda adalah sebagai berikut : a) Satuan Batulempung Kasai, dan b) Satuan Endapan Alluvial. Daerah telitian termasuk dalam Formasi Kasai, pada Cekungan Sumatera Selatan, terbentuk pada lingkungan pengendapan Uper Delta Plain – Fluvial (J.C Horne,1978) dengan sub-lingkungan Marsh yang terbentuk pada Kala Pliosen Akhir – Plistosen Awal (S. Gafoer. TC. Amin dan R. Pardede, 1992). Struktur Geologi yang berkembang pada daerah telitian berupa struktur kekar / shear joint dengan arah umum Shear Joint N130oE/71o dan N213oE/75o dengan arah umum tegasan utama N170oE/69o untuk kekar pada LP05 sedangkan arah umum untuk Shear Joint pada LP12 adalah N185oE/85o dan N275oE/81o dengan arah tegasan utama N228oE/82o. Pada daerah telitian terdapat 6 seam batubara yang merupakan multiple seam, hal tersebut di pengaruhi oleh keadaan pada saat proses pembentukkan batubara yang relatif tidak stabil. Ketebalan lapisan batubara pada daerah telitian <1 m termasuk dalam kategori sangat tipis (Jeremic,1985). Kemenerusan lapisan batubara pada seam A, B, C, D, E dan F memanjang ke arah timur laut – barat daya searah dengan jurus lapisan batuan pembawa batubara, Bentuk lapisan batubara pada daerah telitian berdasarkan korelasi bor termasuk dalam bentuk melensa dan melembar. Potensi geologi daerah telitian ada 2 potensi positif berupa (a) bahan galian batubara (b) potensi non batubara (c) potensi pembangunan wilayah dan sosial budaya. Sedangkan potensi negatif adalah (a) perubahan bentuk topografi lahan (b) potensi debu (c) potensi rusaknya infrastruktur umum Dari analisa petrografi batubara didapatkan harga rata-rata TPI (Tissu Preservation Index) sebesar 1,83 % dan harga GI (Gelitification Index) sebesar 13,21 %, maka berdasarkan klasifikasi (Diessel, 1992) batubara daerah penelitian terbentuk pada lingkungan pengendapan Marsh-swamp (telmatic) yaitu daerah yang dipengaruhi oleh pasang surut muka air yang dicirikan dengan endapan batubara yang setempat-setempat atau melensa.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 500 Sains dan Matematika
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
Depositing User: Muji Isambina
Date Deposited: 24 Oct 2013 01:15
Last Modified: 23 Apr 2015 06:35
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1261

Actions (login required)

View Item View Item