GEOLOGI DAN ZONA KERENTANAN GERAKAN TANAH RUAS JALAN DAERAH PLAOSAN DAN SEKITARNYA KABUPATEN MAGETAN PROVINSI JAWA TIMUR

WIDIATMOKO, INDRAYANA (2011) GEOLOGI DAN ZONA KERENTANAN GERAKAN TANAH RUAS JALAN DAERAH PLAOSAN DAN SEKITARNYA KABUPATEN MAGETAN PROVINSI JAWA TIMUR. Other thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

Full text not available from this repository.

Abstract

Lokasi penelitian terletak di Kabupaten Magetan, secara administrasi masuk Desa Sarangan, Desa Dadi, Desa Buluhgunung dan Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Secara astronomi kurang lebih terletak pada koordinat 07°39’10” – 07°41’20” LS dan 111°11’20” – 111°15’50” BT berdasarkan Peta Rupa Bumi Digital Indonesia lembar Plaosan, skala 1 : 25.000. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan daerah rawan gerakan tanah berdasarkan geologi dan geomorfologi khususnya pada ruas jalan di daerah Plaosan dan sekitarnya, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Metode analisis yang digunakan adalah metode cara langsung, tak langsung dan metode gabungan. Cara langsung adalah dengan langsung memetakan gerakan tanah di lapangan dengan memperhitungkan faktor morfologi, geologi, struktur dan lain-lain. Cara tak langsung melalui prosedur analisis tumpang susun (overlaying) untuk mencari pengaruh faktor-faktor yang terdapat pada peta-peta parameter terhadap sebaran (distribusi) gerakan tanah, kemudian dianalisis menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografi). Metoda ini didasarkan atas perhitungan kerapatan (density) gerakan tanah dan nilai bobot (weight value) dari masing-masing unit/klas/tipe pada setiap peta parameter. Metode gabungan merupakan penggabungan dari metode langsung dan tak langsung. Hasil penelitian berdasarkan hasil penggabungan pemetaan langsung dan pemetaan tak langsung, menghasilkan Zona Kerentanan Gerakan Tanah Akhir, yang terbagi dalam dua zona kerentanan gerakan tanah yaitu zona kerentanan gerakan tanah menengah dan zona kerentanan gerakan tanah tinggi. Zona berkerentanan menengah sebarannya mencapai 5,31 Km2 atau 32,42% dari luas wilayah daerah penelitian. Zona kerentanan gerakan tanah menengah ditandai oleh satuan bentuklahan perbukitan sedang-perbukitan agak kasar, berkelerengan miring-agak curam (8-20%). Batuan penyusunnya satuan tuff Formasi Tuff Jobolarangan dan breksi Jobolarangan, satuan Tuff Formasi Batuan Vulkanik Lawu dan Breksi lahar Lawu. Penggunaan lahan berupa permukiman, sawah tadah hujan, kebun/perkebunan dan ladang/perladangan yang berada pada daerah dengan kelerengan terjal dengan curah hujan rata-rata tahunan pada umumnya 2500-3000 mm/tahun dengan tebal tanah berkisar antara <0,25 dan 0,5-0,25 m. Zona kerentanan gerakan tanah tinggi mempunyai kecenderungan yang tinggi untuk terjadinya gerakan tanah, dengan kata lain potensi untuk terjadi gerakan tanah sangat tinggi. Luas sebarannya 11,25 km2 atau 67,53% dari luas wilayah daerah penelitian. Menempati satuan bentuklahan perbukitan berelief agak kasar-kasar, berkelerengan agak curam-curam (13-55%). Batuan penyusunnya satuan tuff Formasi Tuff dan breksi Jobolarangan, satuan Tuff Formasi Batuan Vulkanik Lawu dan Breksi lahar Lawu. Penggunaan lahan berupa kebun/perkebunan, permukiman, ladang/perladangan, sawah tadah hujan, danau/telaga dengan curah hujan rata-rata tahunan pada umumnya 3000-3500 mm/tahun. Tebal tanah berkisar antara <0.25-0.5m. Gerakan tanah berukuran besar sampai sangat kecil telah sering terjadi dan akan cenderung sering terjadi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 500 Sains dan Matematika
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
Depositing User: Muji Isambina
Date Deposited: 31 Oct 2011 07:59
Last Modified: 09 May 2015 05:17
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1340

Actions (login required)

View Item View Item