ANALISIS FAKTOR KESERASIAN KERJA HYDRAULIC SHOVEL LIEBHERR R 996 TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA PEMUATAN OVERBURDEN DI PIT BENDILI PT. KALTIM PRIMA COAL SANGATTA KALTIM

YUSRIL, ALIRI (2011) ANALISIS FAKTOR KESERASIAN KERJA HYDRAULIC SHOVEL LIEBHERR R 996 TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA PEMUATAN OVERBURDEN DI PIT BENDILI PT. KALTIM PRIMA COAL SANGATTA KALTIM. Other thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

[img]
Preview
PDF
Download (13kB) | Preview

Abstract

Proses pembongkaran overburden di Pit Bendili, Departemen Bintang, PT. Kaltim Prima Coal dilakukan dengan metode pemboran dan peledakan. Setelah overburden terberai, material dimuat ke alat angkut menggunakan alat muat hydraulic shovel Liebherr R 996 dengan kapasitas bucket sebesar 32 m3. Saat ini produksi alat muat kurang optimal, karena dipengaruhi beberapa faktor antara lain pemilihan teknik pemuatan dan geometri (front) permuka kerja yang kurang sesuai, sehingga alat muat tidak mampu mencapai target produksi yang ditetapkan oleh Mine Planning Department sebesar 2.100 BCM/jam (dengan toleransi 1.900-2.100 BCM/jam, 1.900 BCM/jam jika terjadi hujan atau hambatan-hambatan yang lain). Faktor keserasian kerja suatu sistem dipengaruhi oleh jumlah truck, waktu edar, kondisi jalan angkut, jarak angkut, dan kondisi loading point (metode pemuatan, fragmentasi material, dan tinggi bench). Kondisi loading point akan berpengaruh pada waktu edar shovel dan waktu edar shovel akan berpengaruh terhadap waktu edar truck. Didapatkan hasil rata-rata dari lapangan bahwa waktu edar shovel adalah 2,21 menit/truck dengan tingkat pelayanan 28 truck/jam dan waktu edar truck adalah 22,79 menit/truck/trip dengan tingkat kedatangan truck 26 trip/jam. Dilihat dari waktu edar shovel dan truck tersebut maka digrate shovel dan payload truck masing-masing adalah 2572 BCM/jam dan 2493,73 BCM/jam. Rencana target produksi OB 30.000 BCM/hari dan waktu jam kerja yang tersedia adalah 24 jam/hari maka produksi dapat tercapai dan melebihi target. Kondisi loading point yang ideal dengan tinggi bench memenuhi syarat, fragmentasi peledakan yang baik dan lebar loading point yang memadai (dapat digunakan untuk double side loading), sehingga waktu pemuatan dapat diminimalkan dan menyebabkan produksi shovel dapat melebihi rencana yaitu 30.000 BCM/hari dengan nilai match factor yang telah ditetapkan yaitu 0,8 ≤ MF < 0,9. Berdasarkan hasil simulasi peningkatan faktor kesesuaian alat, dapat meningkatkan MF rata-rata 0.96 dan produktivitas rata-rata sebesar 2120 BCM/jam. Untuk meningkatkan nilai match factor dengan jumlah truck yang tetap langkah yang telah dilakukan adalah dengan merancang kondisi loading point yang ideal bagi shovel agar dapat meminimalkan waktu edar shovel dan memilih alternatif lokasi pembuangan untuk meminimalkan jarak angkut truck dari loading point ke dumping point agar waktu edar truck dapat diminimalkan sehingga produksi pun akan meningkat

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Teknologi
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
Depositing User: Muji Isambina
Date Deposited: 31 Oct 2011 06:59
Last Modified: 18 May 2015 02:47
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1360

Actions (login required)

View Item View Item