UPAYA GREENPEACE DALAM MEMPENGARUHI PENANGANAN KERUSAKAN HUTAN BOREAL DI KANADA

ARDHANI, SEKAR ARUM (2011) UPAYA GREENPEACE DALAM MEMPENGARUHI PENANGANAN KERUSAKAN HUTAN BOREAL DI KANADA. Other thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kerusakan hutan boreal di Kanada telah terjadi berpuluh-puluh tahun lamanya. Kerusakan ini diakibatkan oleh adanya penebangan pohon dalam hutan boreal yang tidak dilakukan secara berkelanjutan atau tidak melalui prosedur pengelolaan hutan yang baik. Penebangan hutan ini dilakukan oleh beberapa perusahaan besar yang bergerak dalam bidang pertambangan, produksi tissue dan kertas. Kerusakan hutan yang diakibatkan perusahaan penebang pohon ini telah menimbulkan beberapa dampak yang buruk terhadap keseimbangan ekosistem hutan boreal. Dampak buruk tersebut seperti polusi air, udara, berkurangnya populasi hewan Karibu yang merupakan hewan yang hampir punah, dan berkurangnya populasi spesies burung. Selain itu, dampak buruk lainnya adalah adanya konflik sosial pada masyarakat adat asli yang mendiami hutan boreal. Melihat semakin parahnya kerusakan yang terjadi pada hutan boreal, membuat pemerintah berinisiatif untuk membuat peraturan atau perundangan yang berisi tentang aturan pengelolaan hutan yang baik. Kebijakan yang pertama adalah Forestry Act pada tahun 1985, di dalamnya diatur mengenai tata cara penebangan hutan yang berkelanjutan disertai dengan pengelolaan hutan yang baik. Forestry Act tidak berjalan secara maksimal karena isinya yang masih dianggap lemah sehingga pemerintah mengeluarkan regulasi untuk dapat melengkapi Forestry Act, yaitu Timber Regulation pada tahun 1993. Pemerintah juga mengeluarkan beberapa kebijakan lain di tahun-tahun berikutnya, yaitu ada The New Pulp And Paper Green Transformation pada tahun 2009. Program ini adalah program penghijauan hutan dengan cara investasi yang harus dilakukan oleh perusahaan penebang kayu. Di tahun berikutnya pemerintah mengeluarkan sebuah laporan yang dinamakan The Western Boreal Conservation Initiative tahun 2010 yang berisi mengenai data-data vegetasi maupun hewan yang terdapat dalam hutan boreal dan mengenai kerusakan hutan yang terjadi tiap tahunnya sejak tahun 2003 sampai 2008.Semua regulasi tersebut masih sangat kurang dan dianggap lemah bagi beberapa pihak karena tidak direalisasikan dengan baik oleh pemerintah sehingga masih terjadi penebangan hutan oleh perusahaan di Kanada. Melihat kurangnya efektifitas dari kebijakan yang ada, muncul beberapa pihak, yaitu NGO bidang lingkungan hidup yang ingin membantu proses penanganan kerusakan hutan boreal di Kanada. Salah satu organisasi lingkungan hidup itu adalah Greenpeace. Greenpeace merasa perlu turun tangan untuk mempengaruhi penanganan kerusakan hutan boreal di Kanada karena melihat tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah untuk menangani permasalahan ini. Greenpeace sendiri adalah organisasi internasional yang bergerak dalam bidang lingkungan. Greenpeace berdiri pada tahun 1971 di Vancouver, British Columbia, Kanada dan memulai aksi pertamanya di Amcitka yaitu pulau kecil yang berada di utara Kanada. Visi dan misi Greenpeace bersifat independen, tidak menggunakan kekerasan, dan kreatif dalam menghadapi serta mengungkapkan berbagai macam permasalahan lingkungan hidup. Greenpeace mencoba menangani beberapa kerusakan lingkungan di berbagai belahan dunia, karenanya Greenpeace biasa disebut sebagai kelompok aktivis lingkungan transnasional, karena kinerja mereka yang telah berhasil melintasi batas-batas negara. Dalam kasus kerusakan hutan boreal, Greenpeace memiliki beberapa strategi, yaitu dengan melakukan lobbying kepada pemerintah dan perusahaan, bergabung dengan NGO lainnya, memanfaatkan teknologi, media massa, dan melakukan demonstrasi. Lobbying dilakukan Greenpeace terhadap pemerintah dan perusahaan. Lobi terhadap pemerintah dan perusahaan dilakukan dengan cara bertemu langsung dengan pemerintah dan CEO dari perusahaan yang bersangkutan. Dalam pertemuan tersebut, Greenpeace mencoba mengutarakan maksud dan tujuannya agar pemerintah maupun perusahaan mempercepat proses perbaikan hutan boreal dan melakukan penebangan yang berkelanjutan. Namun lobi Greenpeace ini hanya membuahkan janji-janji saja, pemerintah dan perusahaan pada kenyataannya tidak menindak lanjuti janji perbaikan hutan yang mereka katakan kepada Greenpeace. Melihat hal ini, Greenpeace kemudian mengajak langsung masyarakat untuk mengirim e-mail dan surat langsung ke perusahaan penebang pohon. Lobi terhadap perusahaan lebih gencar dilakukan Greenpeace karena hasilnya lebih maksimal. Hal ini dikarenakan pemerintah bersikap acuh terhadap seruan Greenpeace dan lebih banyak mengutarakan janji palsu untuk mengkonservasi hutan boreal. Greenpeace melakukan sebuah kampanye terhadap beberapa perusahaan, yaitu Kimberly-Clark, Abitibibowater, Kruger, dan SFK pulp. Kampanye ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari lobi terhadap perusahaan yang tidak menghasilkan sebuah keputusan bagi penanganan kerusakan hutan boreal. Kampanye yang dilakukan Greenpeace ini terbilang sukses karena menghasilkan sebuah kesepakatan. Kimberly-Clark yang merupakan perusahaan yang memproduksi tissue mengalihkan produksi tissuenya ke arah yang lebih ramah lingkungan. Pada tahun 2009, Kimberly-Clark mulai mensertifikasi ramah lingkungan bagi produk yang telah ia buat. Hal ini pun diikuti oleh Abitibibowater, Kruger dan SFK pulp. Greenpeace juga bergabung dengan organisasi lingkungan lainnya. Hal ini bertujuan untuk menyatukan kekuatan untuk melobi pemerintah dan perusahaan. Ada beberapa kesepakatan yang dihasilkan dengan bergabungnya Greenpeace bersama NGO lainnya, yaitu adanya The Canadian Boreal Forest Agreement pada tahun 2010 antara 9 NGO termasuk Greenpeace dan 21 perusahaan penebang pohon di Kanada yang tergabung dalam FPAC(Forest Product Association of Canada). Kesepakatan ini berisi mengenai keharusan bagi perusahaan penebang pohon untuk melakukan konservasi terhadap hutan boreal yang rusak dan hewan Karibu yang terancam punah, selain itu perusahaan juga harus mensertifikasi produk mereka sehingga masyarakat tahu produk mana yang ramah lingkungan dan tidak. Selain CBFA, ada juga FSC atau Forest Stewardship Council yang merupakan organisasi yang tugasnya mensertifikasi produk yang ramah lingkungan dan ada pula laporan tahunan yang berisi data mengenai kerusakan hutan boreal di Kanada yang dibuat oleh Greenpeace, WWF dan beberapa NGO lingkungan hidup lainnya. Selain bergabung dengan organisasi lainnya, Greenpeace mencoba untuk melakukan demonstrasi. Demonstrasi dilakukan Greenpeace dengan mengajak serta masyarakat untuk turun ke jalan menyerukan aspirasi mereka kepada pemerintah. Media massa memiliki pengaruh yang besar dalam pencapaian tuntutan Greenpeace kepada pemerintah maupun perusahaan di Kanada. Greenpeace memiliki media massa sendiri, seperti Greenpeace radio, Green Tv, dan situs resmi Greenpeace yang di dalamnya terdapat informasi terbaru mengenai kerusakan hutan boreal di Kanada. Publikasi media massa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet. Teknologi sangat membantu Greenpeace dalam menyalurkan aspirasinya kepada pemerintah dan perusahaan. Greenpeace mencoba untuk membuat sebuah film pendek, video, dan foto-foto dokumentasi yang dipublikasikan ke situs resmi Greenpeace. Hal ini diharapkan akan membuat masyarakat semakin sadar lingkungan sehingga dapat mempengaruhi pemerintah dan perusahaan penebang pohon untuk mengurangi deforestasi dan berkeinginan untuk merealisasikan perbaikan hutan boreal yang sudah rusak. Semua strategi Greenpeace ini dilakukan dengan tujuan untuk menggalang dukungan dari masyarakat mengingat Greenpeace merupakan organisasi lingkungan internasional yang tidak dapat menjalankan misinya tanpa campur tangan masyarakat. Peran media juga sangat membantu Greenpeace untuk melancarkan aksinya pada pemerintah dan perusahaan. Semua hal itu dilakukan agar terwujud ekosistem yang seimbang dan dunia yang lebih hijau seperti tujuan Greenpeace.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Ilmu Sosial
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Depositing User: Ratna Sufiatin
Date Deposited: 31 Oct 2011 06:52
Last Modified: 06 May 2015 03:59
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1379

Actions (login required)

View Item View Item