KAJIAN TEKNIS SISTEM PEMBORAN DAN PELEDAKAN OVERBURDEN UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI DI PIT E PT. BUKIT MAKMUR MANDIRI UTAMA SITE BINUNGAN KALIMANTAN TIMUR

JOICE SANTI, RUMKABU (2011) KAJIAN TEKNIS SISTEM PEMBORAN DAN PELEDAKAN OVERBURDEN UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI DI PIT E PT. BUKIT MAKMUR MANDIRI UTAMA SITE BINUNGAN KALIMANTAN TIMUR. Other thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

[img]
Preview
PDF
Download (79kB) | Preview

Abstract

PT. Bukit Makmur Mandiri Utama ( PT. BUMA) adalah perusahaan yang bergerak di bidang petambangan dan merupakan salah satu perusahaan kontraktor dari PT. Berau Coal, yang memiliki daerah operasi di Desa Binungan, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Propinsi Kalimantan Timur. Sistempenambangan yang digunakanadalahsistemtambangterbuka (surface mining) denganmetodeopen pit.KegiatanPembongkarantanahpenutup( Overburden) diilakukan dengan pemboran dan peledakan yang bertujuanuntukmempermudahdanmempercepatpembongkaranoverburden dalampengambilanbatubara. Permasalahan yang terjadi adalah produksi peledakan yang dicapai belum sesuai dengan target yang diinginkan. Target produksi peledakanoverburdenyang diharapakan di Pit Esebesar 1.210.356 bcm/bulan atau 40.345 bcm/ haridengan 65 lubang bor/ hari, sedangkan berdasarkan penelitian yang dilakukan produksi peledakan yang dicapai sebesar 1.110.759 Bcm dengan rata- rata 23.610 bcm/hari. Untuk mengatasi kekurangan produksi peledakanoverburden, maka dilakukan pengkajian terhadap kegiatan pemboran dan peledakan. Dimana berdasarkan hasil penelitian kegiatan pemboran tidak berjalan dengan baik disebabkan waktu hambatan kerja yang cukup besar yaitu 471,7 menit/hari ( 7,8 jam) yang mengakibatkan efisiensi kerja juga rendah yaitu sebesar56,3 %, dengan waktu hambatanterbesar adalah waktu tunggu lokasi karena bulldozer belum selesai menyiapkan lokasi peledakan yaitu sebesar 254,1 menit/hari ( 4,1 jam). Maka, dilakukan peningkatan efisiensi kerja alat bor dengan memaksimalkan kerja bulldozer di area peledakan dengan cara mengalihkan fungsi bulldozerdi loading point denganmotor grader.Sehingga waktu persiapan lokasi peledakan dapat dimaksimalkan menjadi132,8 menit/ hari dan efisiensi kerja alat bor meningkat menjadi 68,7%. Pada kegiatan peledakan terjadi permasalahan dimana diperoleh persentase bongkah nyata sebesar 23,49% sedangkan dengan menggunakan rumusan dari Kutnetzov diperoleh persentase bongkah dilapangan (≥120 cm)sebesar 19,97%.Hal inibelumsesuaidengan target perusahaanyaitu persentasebongkah≤15%, sehinggasasaranproduksipeledakan yang direncanakanbelumtercapai. Untuk mengatasi hal hal tersebut maka, dilakukan perhitungan dengan menggunakan usulanTeori RL.Ash ( 1967 ), diperoleh geometri peledakan :burden 8 m, spasi 9 m, Powder Charge 6,5m, subdilling 1,5 m,stemming 5,5 m, tinggi jenjang 10 m, dan kedalaman lubang bor 12 m. Ukuran bongkah usulansebesar 1,5 %, volume batuan terbongkar 43.600 bcm/ hari, dengan 57 lubang ledak,jumlah bahan peledak 15.198 kg dan nilai Powder Factor 0,34 kg/m3. Dengan memperkirakanpersentase bongkah yang diharapkan terjadi, maka diperoleh volume peledakan sebesar 42.833 bcm/ hari dan mampu memenuhi sasaran produksi peledakan sebesar 40.345 bcm/ hari. Perubahan geometri dan kedalaman lubang bor yang bertambah menjadi 12 m menyebabkan waktu edar alat bor bertambah menjadi 11 menit/ lubang, sehingga dengan adanya peningkatan efisiensi kerja menjadi 68,7 % dapat memaksimalkan vi kerja pemboran serta mampu meningkatkan waktu kerja efektif alat bor dan mampu menghasilkan 68 lubang bor dari 65 lubang bor yang ditargetkan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Teknologi
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
Depositing User: Muji Isambina
Date Deposited: 01 Nov 2011 05:17
Last Modified: 13 May 2015 04:54
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1430

Actions (login required)

View Item View Item