LATAR BELAKANG CINA MENENTANG RENCANA PENJUALAN SENJATA AMERIKA SERIKAT KE TAIWAN

Utami, Chairulisa (2011) LATAR BELAKANG CINA MENENTANG RENCANA PENJUALAN SENJATA AMERIKA SERIKAT KE TAIWAN. Other thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

[img]
Preview
PDF
Download (78Kb) | Preview

    Abstract

    Skripsi yang berjudul latar belakang Cina menentang rencana penjualan senjata AS ke Taiwan menjelaskan penentangan Cina menolak Amerika Serikat dalam merencanakan transaksi penjualan senjata ke Taiwan. Kepentingan nasional Cina dalam menjaga kedaulatan dan integrasi wilayah dan kepentingan Cina untuk meningkatkan peranan di kawasan Asia Timur sehingga muncul sebagai pemimpin dikawasan tersebut merupakan upaya dan strategi Cina dalam mempertahankan kedaulatan dan hegemoninya. Sikap AS dalam menerapkan standar ganda terhadap Cina dan Taiwan membuat pemerintah Cina merasa terabaikan oleh perjanjian dan kesepakatan yang pernah dijalin antara Cina dan AS dalam komunike bersama tahun 1979. Melalui penandatanganan perjanjian tersebut AS mengakui kebijakan satu Cina dan menggangap Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya. Namun, pada tahun 1979 AS melanggarnya dengan meratifikasi Taiwan Relation Act sebagai langkah awal dalam memulai kerjasama penjualan senjata ke Taiwan. Hal inilah yang membuat Cina berang terhadap AS. Kesepakatan dalam Taiwan Relation Act akhirnya meligitimasi Taiwan untuk memperoleh suplai persenjataan dari Amerika Serikat melalui transaksi perdagangan militer. Permasalahan rencana penjualan senjata mempengaruhi Cina untuk bertindak lebih ketat lagi dengan Taiwan, hal ini didasarkan atas kekhawatiran Cina akan kedaulatan wilayah dan proses reunifikasi yang tidak berjalan mulus. Selain itu integrasi melalui penyatuan kembali wilayah merupakan hal yang paling diutamakan. Hal ini dilakukan dengan memberikan perlindungan terhadap penguatan militer agar wilayah Cina yang terbentang dari timur hingga barat dapat secara utuh dimiliki tanpa ada intervensi dari pihak asing. Penentangan pemerintah Cina dalam transaksi senjata tersebut didasari oleh kekhawatiran Cina terhadap kedaulatan wilayah dan integrasi nasional. Jika Amerika berhasil menjual senjata ke Taiwan maka akan sulit bagi Cina untuk memasukan Taiwan menjadi bagian wilayah teritorialnya. Selain itu penjualan senjata akan mengganggu hubungan lintas selat dan telah melanggar kesepakatan tiga komunike bersama Cina- AS tahun 1972, 1978, 1983. Tantangan yang dihadapi oleh Cina dengan ikut campurnya AS dalam penjualan senjata ke Taiwan. Sebab, kebijakan AS dalam penjualan senjata canggih ke Taiwan serta pemberian dukungan politik dan militer kepada kepulauan tersebut sebagai bentuk pengakuan adanya kedaulatan independen bagi Taiwan. Cina tetap menjaga kedaulatan dalam rangka mempertahankan hegemoninya di kawasan Asia Timur dalam hal ini melalui Taiwan dengan cara menolak adanya intervensi dari pihak asing yang ingin melakukan hubungan kerjasama. Penentangan Cina terhadap rencana penjualan senjata AS ke Taiwan dimaksudkan untuk membendung pengaruh dari kekuatan asing yang masuk ke dalam ruang lingkup Asia Timur melalui Taiwan. Sikap Cina menentang rencana penjualan senjata AS ke Taiwan merupakan upaya Cina dalam mencapai kepentingan nasional dan eksistensinya dikawasan Asia Timur. Hal ini terlihat melalui upaya mempertahankan integrasi dan kedaulatan wilayah Taiwan. Salah satu masalah utama yang dihadapi Cina yakni mencegah upaya Taiwan untuk memisahkan diri dari wilayah daratan Cina secara permanen. Selain itu kedekatan antara Amerika Serikat dan Taiwan dapat menyebabkan Taiwan merasa semakin mampu untuk memisahkan diri dari Cina dan berdiri sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Hal ini dapat diatasi melalui penentangan Cina terhadap penjualan senjata AS ke Taiwan. Cina dapat menekankan AS untuk lebih melepaskan aliansinya dengan Taiwan agar memudahkan keinginan dan tujuan nasional Cina dalam merangkul kembali Taiwan. Reunifikasi wilayah dengan jalan damai dimaksudkan agar Taiwan tidak lepas dari wilayah Cina dan menghindari pengakuan atau deklarasi secara utuh bagi pihak Taiwan. Cina tidak segan – segan menggunakan tindakan kekerasan jika Taiwan tetap bersikeras melalui pengakuannya sebagai negara yang merdeka dan berhak membeli senjata ke AS. Kepentingan nasional yang ke dua dalam upaya Cina menentang rencana penjualan senjata AS- Taiwan yaitu meningkatkan peranannya dikawasan Asia Timur dengan cara memperebutkan hegemoni sehingga muncul sebagai pemimpin kawasan. Pasca Perang Dingin AS telah menjadi hegemoni dunia, sehingga menghambat keinginan Cina untuk menjadi negara superpower dan pemimpin kawasan Asia Timur. Dalam rangka mempertahankan hegemoninya Cina semakin memperkuat pasukan keamanan rakyat dan meningkatkan anggaran militer guna mengantisipasi serangan dari pihak asing jika reunifikasi secara damai tidak berjalan lancar. Reunifikasi wilayah dimaksudkan agar Taiwan tidak lepas dari wilayah Cina dan menghindari pengakuan atas deklarasi secara utuh dari pihak Taiwan. Tujuan politik luar negeri Cina yaitu pemulihan pertahanan dan integrasi wilayah, kepentingan memajukan pengembangan ekonomi serta kepentingan keamanan Cina di kawasan Asia Timur. Terlihat jelas bahwa keinginan Cina memperebutkan hegemoni di Asia Timur, didasari oleh salah satu tujuan PLN Cina yaitu menjaga kepentingan keamanan kawasannya. Rencana penjualan senjata AS - Taiwan merupakan ancaman dan tantangan bagi kelangsungan kekuasaan Cina dalam mempertahankan hegemoni di Asia Timur. Reunifikasi wilayah dengan jalan damai dimaksudkan agar Taiwan tidak lepas dari wilayah Cina dan menghindari pengakuan atau deklarasi secara utuh bagi pihak Taiwan. Melalui penentangan Cina terhadap rencana penjualan senjata AS ke Taiwan, Cina jelas akan membendung serta membatasi hegemoni dan eksistensi AS di kawasan Asia Timur. Upaya Cina dalam rangka membendung kekuatan AS yaitu dengan meningkatkan kapabilitas militer dan pertahanan keamanan baik secara global maupun regional.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 300 Ilmu Sosial
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
    Depositing User: Ratna Sufiatin
    Date Deposited: 01 Nov 2011 13:51
    Last Modified: 01 Nov 2011 13:52
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1443

    Actions (login required)

    View Item