UPAYA PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT DALAM MENYELESAIKAN TUMPAHAN MINYAK DI TELUK MEKSIKO

NUGROHO, Thomas Septo (2011) UPAYA PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT DALAM MENYELESAIKAN TUMPAHAN MINYAK DI TELUK MEKSIKO. Other thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

[img]
Preview
PDF
Download (141Kb) | Preview

    Abstract

    Musibah tumpahnya minyak dari instalasi pengeboran lepas pantai milik BP adalah sebuah musibah lingkungan yang sangat besar skalanya. Estimasi terakhir dari pihak yang berwenang di AS memperkirakan ada sejumlah 60.000 barrel minyak yang tumpah setiap harinya. Ini berarti setiap empat hari, kebocoran ini menghasilkan jumlah yang sama dengan musibah Exxon Valdes pada tahun 1989. Kendati sangat meresahkan, awalnya perkembangan soal musibah ini kurang mendapat perhatian karena tumpahan minyak tersebut tidak memiliki kaitan langsung dengan perubahan iklim. Namun ketika akhirnya Presiden Obama melakukan pidato resmi dari Oval Office gedung putih, dunia disadarkan bahwa musibah BP ini menggarisbawahi suatu hal penting yang perlu diurusi dari sekarang yaitu ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang mencemari lingkungan. Ini harus disikapi dengan segera. Musibah BP seharusnya dapat menjadi latar pijakan bagi AS untuk mengambil posisi dalam usaha dunia untuk membangun teknologi energi bersih secara bersama-sama. Tentu saja, masalah yang dihadapi tidaklah sederhana. Pengalihan sumber energi berarti pergeseran besar dalam dunia industri dan perekonomian, terutama karena ini melibatkan perusahaan-perusahaan raksasa dalam industri minyak bumi dan batubara. Dan bagaimana nasib jutaan karyawan yang bekerja di sektor energi fosil. Resiko itu dapat terlihat dari terjadinya kesalahan yang dilakukan BP dalam melakukan pengeboran rig Deepwater Horizon di Teluk Meksiko. Dimana kelalaian kecil yang terjadi pada proses pengeboran minyak tersebut. Kelalaian kecil berakibat sangat luas terhadap 5 negara bagian AS secara langsung dan secara tidak langsung terhadap AS sendiri. Puluhan ribu orang serta flora dan fauna mengalami efek yang begitu besar terhadap perekonomian dan kehidupan sehari-hari mereka. Untuk itu pemerintah AS bertindak tegas terhadap BP setelah tidak terjadinya ketidak pastian atas penanganan kasus itu dan pertanggung jawaban atas kasus tersebut. Maka pemerintahan AS melakukan beberapa hal dalam upaya melakukan penyelesaian terhadap tumpahan minyak di teluk meksiko yang pertama pemerintah AS yang diwakili oleh Presiden Obama melakukan pembicaraan dan lobi-lobi terhadap perdana mentri Inggris David Cameron. Presiden Obama melakukan beberapa kali pembicaraan baik secara langsung ataupun tidak langsung melalui telepon. Fokus-fokus dari pembicaraanpembicaraan itu adalah agar pemerintah Inggris agar ikut berperan agar BP segera melakukan penutupan kebocoran minyak, pembersihan dan pembayaran klaim kerugian oleh masyarakat dan perusahaan. Upaya yang kedua dari pemerintahaan AS adalah dengan mengeluarkan memoratorim penghentian pengeboran minyak lepas pantai dan menangguhkan pengeboran lepas pantai di Alaska dan Virginia. Pemerintah AS juga terpaksa harus menghentikan pengeboran 33 sumur minyak baru di Teluk Meksiko. Memoratorium itu berlaku selama 6 bulan sejak memoratorium itu diberlakukan oleh pemerintah AS. Yang ketiga Presiden Barack Obama melakukan pertemuan dengan eksekutif BP untuk mencari solusi pada hari Rabu tanggal 16 Juli 2010 dengan komitmen dari BP untuk menempatkan uang sebesar US$ 20 miliar dalam Escrow Account untuk mengkompensasi korban tumpahan minyak di Teluk Meksiko , dan untuk menyediakan tambahan US$ 100 juta untuk membantu mengkompensasi pekerja rig yang menganggur akibat moratorium penghentian perintahan di pengeboran Deepwater Horizon selama 6 bulan. Pemerintah AS akan menciptakan sebuah proses baru yang independen klaim diarahkan oleh Ken Feinberg, yang mengelola dana kompensasi bahwa korban dari 11 September. Struktur mencakup panel tiga orang, untuk mengadili klaim yang ditolak. Karena tanpa memberikan rincian spesifik tak akan ada ganti rugi. Pemerintah AS menjanjikan adanya transisi dari proses klaim yang ada, ke sistem baru dengan mandat yang lebih adil, lebih cepat, dan lebih transparan dalam membayar klaim kerusakan oleh individu dan pelaku bisnis dari pada proses sebelumnya yang sulit dan lebih rumit. Pemerintah AS mengatakan bahwa US$ 20 miliar bukanlah tanggung jawab keuangan BP, yang terpisah termasuk dengan pembayar biaya penuh dari pembersihan dari tumpahan minyak di Teluk Meksiko. Pemerintah berpendapat US$ 20 miliar akan memberikan jaminan substansial bahwa klaim orang dan pelaku bisnis memiliki jaminan yang dihormati dan akan terbayar walapun terjadi sesuatu pada BP pada masa yang akan datang. Sehingga pemerintah AS mencapai sebuah kesepakatan dan menetapkan sebuah kerangka kerja keuangan dan hukum untuk melaksanakanya. Sementara pemerintah AS tidak bisa, secara hukum memaksa BP untuk membentuk Escrow Account, BP tidak akan membentuk dana tersebut dan tidak akan ada tekanan dari Gedung Putih. Untuk itu harus terjadi kesepakatan yang benar-benar tanpa paksaaan dan merupakan kesadaran bahwa kesepakatan tersebut merupakan solusi yang terbaik yang bisa diambil. Maka dengan terjadinya kesepakatan antara pemerintah AS dan BP maka tanggung jawab dari semua itu sudah tidak terombang-ambing lagi. Karena itu semua ditangung oleh BP. Pertanggung jawaban dari semua itu pun di realisasikan dengan dana yang ditanggungkan dalam rekening bersama dan menjadi jaminan pada masa yang mendatang bahwa semua biaya dapat terbayar karena sudah ada dana yang dijaminkan BP secara bersama dalam suatu rekening yang dikelola oleh tim independent. Perusahaan BP akan membayar gaji penuh setiap pekerja rig minyak yang telah diberhentikan karena moratorium penghentian pengeboran minyak dan gas lepas pantai, BP akan membayar upah langsung selama masa penghentian selama 6 bulan sebesar US$ 330.000.000 per bulan untuk pekerja yang sementara diberhentikan. BP menangguhkan dividen kepada para pemegang saham untuk sisa tahun 2010 untuk membantu membayar biaya bencana. BP akan menempatkan US$ 3 miliar ke dalam dana pada kuartal ketiga 2010, dan US$ 2 milyar pada kuartal keempat, diikuti dengan pembayaran sebesar US$ 1,25 miliar per kuartal hingga dana mencapai US$ 20 miliar. BP menyisihkan aset senilai US$ 20 miliar untuk mengamankan komitmennya membayar kompensasi atas terjdainya tumpahan minyak itu. Dana akan tersedia untuk memenuhi klaim yang sah termasuk kerusakan sumber daya alam dan biaya respon negara bagian dan local. Denda dan hukuman akan dikeluarkan dari dana Escrow Account dan akan dibayarkan secara terpisah. Dan dana uang yang tersisa dalam Escrow Account setelah semua klaim yang sah telah diselesaikan dan dibayar akan kembali ke BP.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 300 Ilmu Sosial
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
    Depositing User: Ratna Sufiatin
    Date Deposited: 08 Nov 2011 11:53
    Last Modified: 08 Nov 2011 11:53
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1565

    Actions (login required)

    View Item