OPTIMASI RATE INJEKSI DAN KEDALAMAN TITIK INJEKSI PADA SUMUR-SUMUR GAS LIFT CONTINUOUS DI PLATFORM “X” LAPANGAN “Y” CHEVRON INDONESIA COMPANY

HARAHAP, BOY PRIMA (2011) OPTIMASI RATE INJEKSI DAN KEDALAMAN TITIK INJEKSI PADA SUMUR-SUMUR GAS LIFT CONTINUOUS DI PLATFORM “X” LAPANGAN “Y” CHEVRON INDONESIA COMPANY. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (97kB) | Preview

Abstract

Dari optimasi yang dilakukan pada 8 sumur gas lift continuous pada platform X lapangan Y ini, didapatkan kesimpulan : 1. Optimasi produksi dapat diartikan sebagai usaha peningkatan produksi sumur dalam batasan-batasan yang ada di lapangan. Dalam optimasi produksi sumur continuous gas lift, ada dua hal utama yang menjadi perhatian utama. Hal tersebut adalah jumlah gas yang diinjeksikan dan kedalaman titik injeksi. 2. Pada kondisi awal, dari 8 sumur penelitian, 6 diantaranya tidak berproduksi dikarenakan gangguan pada supply gas injeksi. Hanya sumur X#1 dan X#4 yang berproduksi, dengan rate masing-masing 818 BPD dan 366,5 BPD dimana kedua sumur tersebut berproduksi dengan cara sembur alam. 3. Skenario optimasi jumlah gas injeksi dan kedalaman titik injeksi dilakukan pada 8 sumur dengan harapan seluruhnya dapat berproduksi dengan optimum 4. GLR optimum berada pada harga 500 s/d 1000 scf/stb untuk masing-masing sumur. Namun jika mengikuti perhitungan Q injeksi gas optimum berdasarkan GLR optimum tersebut, jumla gas yang dibutuhkan adalah 10,223 MMScf yaitu dua kali jumlah gas yang tersedia. Untuk itu dilakukan optimasi rate injeksi dalam kondisi supply gas yang terbatas. (5 MMScf/8 sumur) 5. Jumlah injeksi optimum untuk masing-masing sumur penelitian (X#1 – X#8) berkisar antara 0,5 sampai dengan 0,7 MMScf. 6. Optimasi kedalaman titik injeksi tidak dapat dilakukan dengan optimal karena keterbatasan tekanan kompresor yang tersedia di permukaan (900 psia).Optimasi kedalaman titik injeksi dengan tekanan kompresor tetap (seperti kondisi existing) tidak akan menaikkan produksi secara signifikan. Hal ini tidak direkomendasikan. 7. Sesuai dengan keterbatasan ketersediaan gas di lapangan dengan batasan 5 MMScf/8 sumur, maka rekomendasi optimasi meliputi laju alir (harapan) dan rate gas injeksi optimum untuk sumur X#1 – X#8 adalah : Tabel 6.1. Rekomendasi Optimasi Produksi Sumur X#1 - X#8 Well Injection Rate (MMScf) Liquid Rate (BPD) X#1 0,5 1260 X#2 0,5 564,7 X#3 0,7 1130,7 X#4 0,5 620,2 X#5 0,7 542,1 X#6 0,5 727 X#7 0,7 1915 X#8 0,7 854 Total 4,8 7604,7

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Teknologi
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Perminyakan
Depositing User: Muji Isambina
Date Deposited: 18 Nov 2011 02:46
Last Modified: 06 May 2015 07:50
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1620

Actions (login required)

View Item View Item