Kajian Parameter Kualitas Batubara di Dalam Pembentukan Coal Bed Methane (CBM) Pada Formasi Muara Enim Sumatera Selatan

NOVIANTO, DWI (2011) Kajian Parameter Kualitas Batubara di Dalam Pembentukan Coal Bed Methane (CBM) Pada Formasi Muara Enim Sumatera Selatan. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (186kB) | Preview

Abstract

Studi pengembangan Coal Bed Methane (CBM) di fokuskan pada Formasi Muara Enim yang termasuk dalam cekungan Sumatera Selatan. CBM merupakan proyek pemerintah yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dari gas methane (CH4) di dalam batubara yang terdapat diseluruh cekungan di Indonesia pada umumnya dan Sumatera Selatan pada khususnya. CBM merupakan energi alternatif selain Minyak dan Gas, yang pemanfaatanya di dunia sekarang belum banyak. Salah satu keuntungan CBM, seperti halnya gas alam adalah gas buangnya yang relatif bersih. Dalam upaya mendukung pembangunan yang berwawasan lingkungan, maka pemerintah berupaya agar proyek pengembangan CBM ini di dalam pelaksanaanya juga memperdulikan lingkungan pada daerah yang nantinya akan menjadi lokasi proyek. Oleh karena itu di dalam studi kelayakan yang dilakukan pada tahun 2003, studi kajian lingkungan juga diikutsertakan sebagai bagian dari studi kelayakan tersebut. Berdasarkan nilai rata-rata analisa proksimate khususnya nilai fixed carbon atau karbon tertambat terhadap ke enam seam/lapisan batubara di lokasi proyek pengembangan CBM, dimana nilai dari kadar karbonnya berkisar 77 %-80% untuk pengujian skala laboratorium dan sekitar 75 %-76 % untuk skala Formula Mullen. Dari penilaian karbon tertambat tersebut maka, batubara pada di lokasi proyek pengembangan CBM mempunyai derajat Batubara Bituminous. Berdasarkan nilai rata-rata analisa proksimate khususnya nilai volatile matter atau zat terbang terhadap ke enam seam/lapisan batubara di lokasi proyek pengembangan CBM, dimana nilai dari zat terbangnya berkisar 10 %-14 % untuk pengujian skala laboratorium dan sekitar 17 %-20 % untuk skala Formula Mullen. Dari penilaian karbon tertambat tersebut maka, batubara pada di lokasi proyek pengembangan CBM mempunyai derajat Batubara Bituminous. Dari hasil analisa proksimate tersebut, serta analisa kuantitatif volumetric dan dari pengujian absorbtion isotherm maka potensi dari gas methane yang terbentuk pada seam batubara tersebut cukup menjanjikan untuk dilakukan pengembangan energi dari gas methane batubara asalkan didukung dengan adanya kondisi geologi lapisan yang mendukung terjadinya akumulasi dari suatu gas seperti pada gas konvensional.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Teknologi
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 22 Nov 2011 02:33
Last Modified: 13 May 2015 04:22
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1623

Actions (login required)

View Item View Item