GEOLOGI ,ALTERASI, DAN MINERALISASI DAERAH KOPO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN NANGGUNG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARA

FILANTO, DENNI (2011) GEOLOGI ,ALTERASI, DAN MINERALISASI DAERAH KOPO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN NANGGUNG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARA. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (81kB) | Preview

Abstract

Secara administratif daerah penelitian termasuk dalam wilayah Kecamatan Kanggung, Kabupaten Ngawi, Propinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak pada koordinat UTM 0669000 mE – 0672000 mE dan 9261000 mN – 9265000 mN zona UTM 48, lembar Cihiris dengan skala 1: 25.000. Luas daerah penelitian yaitu 12 km2 dengan panjang 4 km dan lebar 3 km Berdasarkan analisa deskriptif dari morfologi bentang alam yang ada, daerah telitian dapat dibagi menjadi empat subsatuan geomorfik yang terdiri dari Satuan Geomorfik Vulkanik terdiri dari: Perbukitan Vulkanik Berlereng Curam (V1), Perbukitan Vulkanik Berlereng Agak Curam (V2) Perbukitan Intrusi (V3), danSatuan Geomorfik Fluvial terdiri dari: Tubuh Sungai (F12). Pola pengaliran di daerah penelitian adalah parallel dan dendritik (Arthur Davis Howard, 1966). Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan analisa laboratorium, daerah telitian dapat dibagi menjadi 5 satuan litostratigrafi tidak resmi dengan urutan dari tua ke muda sebagai berikut: satuan tuf-lapili Cimapag (Miosen Awal, Basuki dkk, 1994), satuan breksi-andesit Cimapag (Miosen Awal, Basuki dkk, 1994), satuan breksi-vulkanik Cimapag (Miosen Awal, Basuki dkk, 1994), satuan andesit Cimapag (kala Pliosene, Basuki dkk, 1994), satuan endapan alluvial (Resen). Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian terdiri dari sesar turun Cisarua, sesar mendatar Ciparigi, kekar (vein) yang berhubungan dengan proses hidrothermal itu sendiri. Struktur ini akibat dari kompresi dari utara selatan dilihat dengan arah umum tegasan berdasarkan analisa struktur yang dilakukan. Karakteristik alterasi dan mineralisasi pada daerah penelitian tergolong mineralisasi tipe “epitermal sulfidasi rendah” dengan dua jenis alterasi yang ditemukan di daerah penelitian, yakni alterasi argilik dan alterasi propilitik dengan suhu pembentukan mineral 140º- 250º C. Tipe alterasi argilik berdasarkan analisa XRD menunjukan adanya asosiasi mineral berupa kaolinite, illite, dickite, dan smectite. Tipe propilitik dengan asosiasi mineral berupa kuarsa. Illite, klorit, dickite, dan klorit/smektite. Hasil dari AAS menunjukan adanya kontrol mineral terhadap unsur – unsur Ag, Pb, dan Zn karena menunjukan adanya kesamaan naik-turunya dalam grafik perbandingan contoh, meskipun sulit ditemui secara megaskopis mineral yang mengandung unsur tersebut.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 500 Sains dan Matematika
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 02 Jan 2012 06:37
Last Modified: 09 May 2015 04:14
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1663

Actions (login required)

View Item View Item