KERJASAMA EKONOMI NAMIBIA DI TINGKAT REGIONAL PASCA KEMERDEKAAN

Muryantini , Sri (1999) KERJASAMA EKONOMI NAMIBIA DI TINGKAT REGIONAL PASCA KEMERDEKAAN. Masters thesis, UPN "VETERAN" YOGAYAKARTA.

[img]
Preview
PDF
Download (8Kb) | Preview

    Abstract

    Sejak Namibia dijajah oleh Afrika Selatan, kondisi perekonomian Namibia secara otomatis berada dalam kekuasaan Afrika Selatan. Sumber daya alam Namibia yang melimpah ruah itu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah Afrika Selatan dengan mengundang perusahaan-perusahaan multinasional. Selain itu, Afrika Selatan juga dengan berbagai cara berusaha untuk merusak kehidupan sosial dan ekonomi Namibia, sehingga akan tercipta suatu pola ketergantungan ekonomi antara Namibia dengan Afrika Selatan. Pola ketergantungan ini diciptakan melalui sistem apartheid (diskriruinasi rasial) serta mengadu domba antar suku-suku di Namibia. Akibatnya, rakyat Namibia menj adi sangat miskin, tidak dapat bersatu serta kurangnya pendidikan atau banyak yang buta huruf. Dari sini timbul pertanyaan langkah-langkah apa yang akan ditempuh oleh pemerintah Namibia dalam rangka mengurangi ketergantungan di bidang perekonomian pada Afrika Selatan. Hipotesis yang diajukan adalah pemerintah Namibia mengadakan kerjasama ekonomi dengan negara-negara se kawasan atau di tingkat regional dalara rangka mengurangi ketergantungan di bidang perekonomian terhadap Afrika Selatan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah apa yang ditempuh oleh pemerintah Namibia mengurangi ketergantungan di bidang perekonomian terhadap Afrika Selatan. Dari hasil analisa dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ketika Namibia merdeka, pemerintah Namibia terpilih (dengan Sam Nujoma sebagai presidennya dengan Sam Nujoma beberapa kebijakan, untuk menciptakan melakukan kerjasama sebagai presidennya) segera membuat antara lain rekonsiliasi nasional persatuan dan kesatuan bangsa, dengan negara-negara lain guna pada Afrika Selatan untuk memperbaiki melepaskan ketergantungannya hanya serta melaksanakan pembangunan untuk memperbaiki pertumbuhan perekonomian. Kebijakan pemerintah pada rekonsiliasi nasional telah membantu mengurangi kenangan-kenangan pahit masa lalu dan konstitusi negara yang demokratis telah menjangkau partisipasi politik bagi rakyat banyak. Secara obyektif dan dalam jangka panjang pemerintah dapat menopang pembangunan ekonomi menjadi suatu kesempatan sukses yang realistis. Oleh karena itu, pengakuan internasional terhadap kelemahan negara yang baru merdeka, telah menyebabkan pemerintah Namibia mengarahkan negaranya untuk segera bergabung dengan organisasi-organisasi di tingkat regional, kontinental/benua dan internasional, seperti SADC, QAU, IMF, United nations dan sebagainya. Pada tahun-tahun pertama pemerintah Namibia telah berhasil melaksanakan rekonsiliasi nasional sehingga kondisi politik dalam negeri menjadi aman dan stabil. Stabilitas politik yang mantab akan membawa dampak yang positif bagi pertumbuhan perekonomian Namibia. Sementara itu, Namibia telah menjadi anggota dari SADC (suatu kerjasama ekonomi antar negara-negara di kawasan Afrika bagian selatan), sehingga sedikit demi sedikit dapat melepaskan ketergantungannya pada Afrika selatan.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: 300 Ilmu Sosial
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
    Depositing User: dian praditya
    Date Deposited: 19 Dec 2011 14:18
    Last Modified: 19 Dec 2011 14:18
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1711

    Actions (login required)

    View Item