Komunikasi Pemerintah Daerah dalam Program Pembangunan Daerah Wisata Pantai Pasca bencana

Istiyanto, S. Bekti Komunikasi Pemerintah Daerah dalam Program Pembangunan Daerah Wisata Pantai Pasca bencana. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9 (1). pp. 16-27. ISSN 1693-3029

[img]
Preview
PDF (Artikel Jurnal Ilmu Komunikasi Terakreditasi) - Published Version
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (129Kb) | Preview

    Abstract

    Abstract Earthquake and tsunami on July, 17 2006 left a lot of notes not only for local community but also for regional goverment. There were many different policies particularly development communication process for local community from regional goverment. In Pangandaran Beach, in earlier planning program after disaster, they received grant from goverment to recovery their live but their involment stopped on action stage although the program is running for five years. The situation happened different inWidarapayung Beach and Parangtritis Beach. There are not integrated recovery programs in Widarapayung Beach from Cilacap goverment until now, only rebuilt several shelter and shops. For Bantul government, they had a program to relocate trade location to a new location and made some rules to stakeholders around Parangtritis Beach. Eventhough the program could not be classified as a recovery program for local community after disaster but the relocation program helped tourism there better than before.This research used qualitative method with indepth interview, observation and documentation to collect data. The informans were collected as represented local government institutions in Ciamis, Cilacap and Bantul goverments and local community there. Abstrak Gempa dan tsunami pada 17 Juli 2006, meninggalkan banyak catatan tidak hanya untuk masyarakat lokal tetapi juga untuk pemerintah daerah. Terdapat berbagai kebijakan khususnya pengembangan proses komunikasi untuk masyarakat lokal dari pemerintah daerah. Di Pantai Pangandaran, dalam program perencanaan awal setelah bencana, mereka menerima hibah dari pemerintah untuk pemulihan hidupmereka tetapiketerlibatan tersebut berhentimeskipun programini berjalan selama lima tahun. Situasi yang berbeda terjadi diPantaiWidarapayung dan PantaiParangtritis. Tidak terdapat programpemulihan terintegrasi diPantaiWidarapayung dari pemerintah Cilacap sampai sekarang, hanya beberapa penampungan dibangun kembali dan toko-toko. Bagi PemerintahBantul, merekamemilikiprogramuntuk relokasi perdagangan ke lokasi baru danmenyusun beberapa aturan bagi stakeholder di sekitar PantaiParangtritis.Walaupun programtersebut tidak dapat diklasifikasikan sebagaiprogrampemulihanbagimasyarakat setempat setelah bencana namunprogramrelokasimembantu pariwisata yangada lebih baik dari sebelumnya. Penelitian inimenggunakanmetode kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Informan yang ada dikumpulkan sebagai representasi lembaga yang diwakili pemerintah daerah diCiamis, Cilacap dan pemerintahBantul danmasyarakat lokal di sana. Kata kunci: komunikasi pemerintah daerah, wisata pantaipascabencana

    Item Type: Article
    Uncontrolled Keywords: komunikasi pemerintah daerah, wisata pantaipascabencana
    Subjects: 300 Ilmu Sosial
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
    Depositing User: lestari puji
    Date Deposited: 30 Dec 2011 13:01
    Last Modified: 30 Dec 2011 13:01
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1748

    Actions (login required)

    View Item