GEOLOGI DAN POLA SEBARAN LAPISAN BATUBARA BERDASARKAN DATA PERMUKAAN DAERAH TANJUNG HARAPAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SUNGAI BAHAR, KABUPATEN MUARO JAMBI, PROPINSI JAMBI

AKHIRUDIN Z. , BACO (2012) GEOLOGI DAN POLA SEBARAN LAPISAN BATUBARA BERDASARKAN DATA PERMUKAAN DAERAH TANJUNG HARAPAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SUNGAI BAHAR, KABUPATEN MUARO JAMBI, PROPINSI JAMBI. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (67Kb) | Preview

    Abstract

    Daerah penelitian berada di daerah Tanjung Harapan dan sekitarnya, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Propinsi Jambi. Daerah penelitian terletak pada koordinat koordinat N = 976800 – 9772000, E = 330000 – 336000 dalam (UTM) sedangkan koordinat dalam Geografis 20 05’ 56” LS – 20 03’ 36” LS dan 1030 28’ 33” BT – 1030 31’ 34” BT, dengan luas daerah pemetaan 6,4 x 4,2 km = 2688 ha. Morfologi daerah penelitian terbagi menjadi empat satuan, yaitu: Satuan Perbukitan Bergelombang Lemah, Satuan Perbukitan Bergelombang Sedang, Satuan Dataran Alluvial, dan Satuan Rawa. Pola pengaliran yang berkembang di daerah penelitian adalah pola pengaliran dendritik. Tahapan geomorfik daerah penelitian secara umum adalah tahapan dewasa. Secara umum stratigrafi daerah penelitian terdiri dari tiga satuan batuan berurut dari tua ke muda, yaitu : Satuan Batupasir Muaraenim, Satuan Batulempung Muaraenim, dan Satuan Endapan Aluvial. Satuan Batupasir Muaraenim diendapkan di lingkungan lower delta plain dengan sub lingkungan pengendapan distributary channels dan crevase splay satuan ini berumur Miosen Akhir – Pliosen Awal. Litologi penyusun satuan ini terdiri dari batupasir kuarsa dan batupasir tufan. Secara selaras, di atas Satuan Batupasir Muaraenim diaendapkan Satuan Batulempung Muaraenim yang tersusun oleh batulempung batulempung dengan sisipan batupasir kuarsa, batupasir tufan, batupasir sisipan lempung, konkresi oksida besi dan batubara. Satuan ini berumur Miosen Akhir – Pliosen Awal, dan diendapkan pada lingkungan Lower Delta Plain dengan sub lingkungan pengendapan berupa rawa atau swamp. Satuan Endapan Aluvial diendapkan secara tidak selaras di atas satuan yang lebih tua. Satuan ini berumur Holosen dan pengendapanya masih berlangsung hingga sekarang dan satuan ini di endapkan pada lingkungan darat. Pola sebaran lapisan batubara yang terdiri dari 3 seam Batubara yang mempunyai ketebalan yang berbeda – beda memanjang dari barat laut- tenggara, yang mana berada pada formasi Muara Enim yang merupakan formasi pembawa batubara. Penebalan lapisan batubara dari arah barat laut menebal kearah tenggara dan barat laut dan kemiringan lapisan ke timur laut. Ketebalan seam A pada Lp batubara Lp 11 (3,41 m), dan Lp 24 (3,50 m), seam B batubara Lp 18 (2,8 m), dan Lp 28 (3,0 m), seam C Lp 28 (0,5 m). sumberdaya batubara pada daerah telitian denganjarak estimasi 50 m pada seam A = 973,668,5 Ton, seam B = 317000 Ton, seam C = 40376.82 Ton. Dengan mengunakan metode penampang

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 26 Jan 2012 12:34
    Last Modified: 26 Jan 2012 12:34
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1858

    Actions (login required)

    View Item