GEOLOGI DAN STUDI ARUS PURBA PADA DAERAH REPAKING DAN SEKITARNYA, KECAMATAN WONOSEGORO, KABUPATEN BOYOLALI, PROPINSI JAWA TENGAH

ASRUL, SANI (2012) GEOLOGI DAN STUDI ARUS PURBA PADA DAERAH REPAKING DAN SEKITARNYA, KECAMATAN WONOSEGORO, KABUPATEN BOYOLALI, PROPINSI JAWA TENGAH. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (47Kb) | Preview

    Abstract

    Secara administratif daerah penelitian termasuk dalam wilayah Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah. Secara geografis terletak pada koordinat UTM 458592 mE – 463612 mE dan 9196915 mN – 9202753 mN atau pada koordinat geografis 110° 37' 29.5955" - 110° 40' 13.4446" BT dan 7° 15' 54.7814" - 7° 12' 44.7964" LS lembar Karanggede, dan Kedungjati dengan skala 1:25.000. Luas daerah penelitian yaitu 30 km2 dengan panjang 6 km dan lebar 5 km. Berdasarkan kontrol litologi, struktur geologi, dan stadia geomorfologi, daerah penelitian dapat dibagi menjadi empat satuan geomorfik yang terdiri dari: satuan perbukitan lipatan (S1), satuan dataran lipatan (S2), satuan tubuh sungai (F1), dan satuan dataran banjir (F2). Pola pengaliran yang berkembang yaitu pola dendritik, trellis, dan rectangular. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan analisis laboratorium, daerah penelitian dapat dibagi menjadi 5 satuan litostratigrafi tidak resmi dengan urutan dari tua ke muda sebagai berikut: satuan batupasir dan batulempung Kerek (Miosen Tengah – Miosen Akhir), satuan batulempung dan batupasir Kerek (Miosen Akhir), satuan batupasir tufan Banyak (Miosen Akhir ), satuan endapan undak (Holosen), satuan endapan alluvial (Holosen-Resen). Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian terdiri dari sesar naik dan lipatan dengan arah relatif barat daya – timur laut, sesar mendatar berarah baratlaut - tenggara serta sesar turun dengan arah relatif baratlaut – tenggara dengan tegasan utama berarah berarah utara baratlaut - selatan tenggara yang berlangsung pada kala Plio-Plistosen. Dari hasil anailsa penampang profil didapatkan dua fasies yang terdapat pada daerah telitian yaitu: suprafan lobes on mid fan (Walker 1978) yang dicirikan oleh kehadiran interval sequence Bouma (1962) T-a, T-c, T-d dan T-e umum dijumpai. Asosisasi antara Massive Sandstone (MS), Pebbly Sandstone (PS) yang didominasi oleh fasies Classical Turbidite (CT) (Walker, 1978). Lower Fan (Walker, 1978) yang dicirikan oleh interval sequence Bouma (1962) yang berkembang adalah interval T-c, T-d dan T-e, yang didominasi oleh fasies Classical Turbidite (CT) (Walker, 1978). Hasil analisa struktur sedimen berupa flutecast arah paleo-current berasal relatif dari arah Tenggara kearah Barat laut dan dari arah Baratdaya kearah Timur laut, sehingga source/ sumber material sedimen di interpretasikan berasal dari Selatan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: UNSPECIFIED
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 26 Jan 2012 12:37
    Last Modified: 26 Jan 2012 12:37
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/1871

    Actions (login required)

    View Item