ANALISIS SEMIOTIKA KEKERASAN TERHADAP ANAK DALAM FILM PINTU TERLARANG

Adria, Dheffy (2012) ANALISIS SEMIOTIKA KEKERASAN TERHADAP ANAK DALAM FILM PINTU TERLARANG. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (53Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang suatu tanda. Dalam setiap tanda atau symbol memiliki makna pesan yang ingin disampaikan oleh komunikator kepada komunikan. Hubungan semiotika dengan penelitian ini adalah sebagai metode analisis pesan-pesan kekerasan terhadap anak yang dilakukan orang tua terhadap anak dalam lingkungan keluarga. Hal ini sesuai dengan judul penelitian ini yaitu Analisis Semiotika Kekerasan Terhadap Anak Dalam Film Pintu Terlarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis semiotika simbol dalam setiap adegan kekerasan terhadap anak dalam film ”Pintu Terlarang”. Dalam penelitian ini penulis mengungkapkan konsep pemikiran dari Charles Sanders Peirce. Penelitian ini akan mencoba memahami simbol-simbol kekerasan terhadap anak yang timbul dalam film “Pintu Terlarang”. Dimana konsep yang diungkapkan Peirce, simbol diartikan sebagai tanda yang mengacu pada objek tertentu di luar tanda itu sendiri. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa bentukbentuk kekerasan terhadap anak dalam film ”Pintu Terlarang” meliputi bentuk kekerasan fisik yaitu bentuk tindakan kekerasn yang dilakukan orang tua terhadap anak dengan cara memukul anak dengan alat, menendang, menyeret, dan memukul dengan tangan kosong, dan bentuk kekerasan psikis yaitu bentuk kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anak dengan cara mengucapkan kalimat-kalimat kasar, kata-kata kotor bahkan kalimat-kalimat ancaman. Bentuk-bentuk adegan kekerasan tarhadap anak yang dilakukan orang tua dalam film” Pintu Terlarang” merupakan simbol yang menunjukan prilaku orang tua yang otoriter terhadap anak, dalam hal ini orang tua sering memaksakan kehendaknya terhadap anak, menunjukan adanya simbol kekuasaan dan kekuatan orang tua dalam keluarga, dalam hal ini orang tua merasa sebagai pemimpin keluarga merasa dapat memperlakukan anak dengan cara apapun termasuk melakukan tindakan semena-mena. Kekerasan terhadap anak yang dilakukan orang tua seperti dalam adegan film ”Pintu Terlarang” merupakan simbol bahwa kurangnya sikap tanggung jawab orang tua terhadap anak, dalam hal ini orang tua merasa tidak mau disalahkan dari apa yang dialami anak. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap anak yang terdapat dalam adegan film pintu terlarang menunjukan adanya simbol prilaku orang tua yang otoriter, simbol kekuasaan dan kekuatan orang tua, simbol kesemena-menaan orang tua, serta kurangnya rasa tanggung jawab orang tua terhadap anak.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 300 Ilmu Sosial
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
    Depositing User: Sarimin Sarimin
    Date Deposited: 02 Feb 2012 10:18
    Last Modified: 02 Feb 2012 10:18
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2045

    Actions (login required)

    View Item