PROSES HIERARKI ANALITIK DALAM PENGELOLAAN KERANG SIMPING (Amusium pleuronectes) DI KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH

Prasetya, Johan Danu PROSES HIERARKI ANALITIK DALAM PENGELOLAAN KERANG SIMPING (Amusium pleuronectes) DI KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gajahmada 2009.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (164Kb) | Preview

    Abstract

    Melalui penelitian yang menggunakan Proses Hierarki Analitik (PHA) ini, telah dapat dirumuskan usulan kebijakan pengelolaan kerang simping di Kabupaten Brebes. Analisis PHA menggunakan software expert choice Versi 9.0. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap responden key-person dengan menggunakan media kuesioner berisi aspek dan alternatif pengelolaan kerang simping, yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan hasil prasurvey terhadap responden key-person. Responden key-person dalam pengelolaan kerang simping Kabupaten Brebes berasal dari unsur pemerintah, akademisi dan swasta, dengan jumlah responden 13 orang. Hasil prasurvey terhadap responden tersebut, diketahui bahwa pengelolaan kerang simping di Kabupaten Brebes terdiri dari aspek sumberdaya, teknologi dan sosial ekonomi. Hasil analisis pendapat gabungan para responden key-person menunjukkan urutan aspek yang paling penting dalam pengelolaan simping di Kabupaten Brebes berturut-turut adalah aspek sumberdaya, aspek sosial ekonomi dan aspek teknologi dengan nilai bobot masing-masing 0,446; 0,334 dan 0,220. Sedangkan analisis terhadap skala prioritas alternatif, menunjukkan bahwa urutan alternatif yang paling penting untuk lebih dahulu dilaksanakan, berdasarkan nilai bobot, adalah alternatif pendesainan alat tangkap khusus untuk menangkap simping, alternatif pendugaan potensi simping di Kabupaten Brebes, alternatif merintis jaringan pemasaran simping, alternatif pendugaan musim simping, alternatif pemberian kredit pada pedagang dan nelayan simping, alternatif diversifikasi produk simping untuk meningkatkan nilai jual, alternatif peningkatan teknik dan teknologi pengolahan simping, alternatif pengefektifan pola distribusi untuk menghindari ekonomi biaya tinggi, alternatif pemenuhan standar kualitas sertifikasi produk simping dan alternatif peningkatan kualitas kemasan produk simping. Nilai bobot untuk masing-masing alternatif tersebut berturut-turut adalah 0,168; 0,137; 0,126; 0,105; 0,99; 0,83; 0,83; 0,72; 0,71 dan 0,57. Nilai Inconsistency Ratio adalah 0,01 yang berarti hasil analisis tersebut dapat diterima karena masih dibawah batas maksimum nilai Inconsistency Ratio yaitu 0,1. Kata kunci : Proses Hierarki Analitik, simping, Amusium pleuronectes, Brebes.

    Item Type: Article
    Subjects: 300 Ilmu Sosial
    500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Lingkungan
    Depositing User: Johan Danu Prasetya
    Date Deposited: 29 May 2011 10:27
    Last Modified: 29 May 2011 10:27
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/208

    Actions (login required)

    View Item