KAJIAN KELAYAKAN HUNIAN SEMENTARA (TEMPORARY SHELTER) TERHADAP BENCANA LETUSAN dan LAHAR GUNUNG MERAPI PASCA ERUPSI 2010 DI DESA GLAGAHARJO, KECAMATAN CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN

SANG MADE YUDHA, KALER (2012) KAJIAN KELAYAKAN HUNIAN SEMENTARA (TEMPORARY SHELTER) TERHADAP BENCANA LETUSAN dan LAHAR GUNUNG MERAPI PASCA ERUPSI 2010 DI DESA GLAGAHARJO, KECAMATAN CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (35Kb) | Preview

    Abstract

    Aktivitas erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 memakan total korban meninggal sebanyak 370 orang, jumlah korban luka berat sebanyak 3.075 orang dan sebanyak 61.229 orang mengalami luka ringan. Erupsi Gunung Merapi juga mengakibatkan kerusakan yang parah, erupsi tersebut telah mengakibatkan sebanyak 2.613 unit rumah rusak berat, selain rusak berat, beberapa rumah juga mengalami rusak sedang sebanyak 360 unit rumah dan rusak ringan sebanyak 1.571 unit rumah. Karena banyaknya rumah yang rusak maka dibutuhkan hunian sementara atau huntara. Penelitian ini dilakukan di huntara Jetis Sumur , Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Adapun permasalahan yang terjadi adalah lokasi huntara Jetis Sumur di bangun di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi dan tidak direkomendasikan untuk hunian tetap tetapi karena kebutuhan Huntara sangat mendesak dan desa tidak memiliki lagi lahan yang luas, kawasan tersebut boleh dibangun huntara. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui apakah kualitas lingkungan permukiman di huntara Jetis Sumur baik, sedang atau buruk. (2) Untuk mengetahui apakah huntara yang dibangun di Dusun Jetis Sumur aman dari ancaman awan panas. (3) Untuk mengetahui apakah Huntara yang dibangun di Dusun Jetis Sumur aman dari banjir lahar. Metode penelitian yang akan digunakan untuk memperoleh data primer yaitu dilakukan dengan cara survei atau pengamatan langsung di lapangan. Metode survei ini digunakan untuk melakukan pengamatan, pengukuran dan pengambilan dokumentasi tentang kondisi dan lokasi huntara. Metode analisis yang dilakukan adalah dengan cara: (1) Pemberian harkat penilaian kualitas lingkungan. (2) Penilaian harkat jarak terlanda awan panas. (3) Penilaian harkat jarak dan tingi terlanda banjir lahar.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas lingkungan permukiman di huntara Jetis Sumur termasuk dalam klasifikasi sedang. Huntara Jetis Sumur berjarak 10 m dari puncak Gunung Merapi masuk dalam zona aman dari ancaman awan panas. Lokasi huntara Jetis Sumur masuk dalam zona aman dari potensi banjir lahar. Ditinjau dari jarak, lokasi huntara Jetis Sumur berjarak 600 Km dari sungai Gendol. Ditinjau dari tinggi, tinggi lokasi huntara Jetis Sumur 11 m dari sungai Gendol.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Lingkungan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 06 Feb 2012 15:59
    Last Modified: 06 Feb 2012 15:59
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2113

    Actions (login required)

    View Item