Stereotipasi Peran Gender Wanita dalam Program Televisi Anak di Indonesia

Sunarto, Sunarto (2010) Stereotipasi Peran Gender Wanita dalam Program Televisi Anak di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi Terakreditasi, 8 (3). pp. 233-245. ISSN 1693-3029

[img]
Preview
PDF (Jurnal Ilmu Komunikasi Terakreditasi) - Published Version
Download (2342Kb) | Preview

    Abstract

    Abstract The background of this study was an increasing of actual and symbolical violence on women. Describing personal and structural violence on women in children’s television program such as Ronaldowati, Si Pitung The Master, Ben7 and Baim Anak Sholeh were the objective of this study. To Analysing the phenomena it was used gender structuration theory as a derivative of political economic media approach on critical paradigm. The theory tried to explain the process of production and reproduction a gender relation in society through optimizing the rules and resources that occupied by male and female actors in social interaction. Actors negotiated their schema interpretatives, norms and facilities in the interaction. In the negotiation, male actors had social positon more superior than female actors. The effect of the situation created an asymmetrical gender relation in society. Male actors defeated female actors in every social institutions. Media was one of the institution where the superiority of male actors glorified. Female actors could not empower theirs structure to overcome male’s structure in the media industies. A critical discourse analysis was applied to frame this study. The result showed there was structural violence on women in gender stereotypization. It was recommended to produce programmes that describing gender role fairly. Abstrak Latar belakang penelitian ini adalah peningkatan kekerasan aktual dan simbolis pada wanita. Tujuan penelitian ini menggambarkan kekerasan personal dan struktural pada perempuan dalam program televisi anak-anak seperti Ronaldowati, Jagoan SiPitung, Ben7 dan Baim Anak Sholeh. Teori strukturasi gender sebagai turunan dari pendekatan media politik ekonomi pada paradigma kritis digunakan untuk menganalisis fenomena ini. Teori tersebut mencoba menjelaskan proses produksi dan reproduksi hubungan gender dalam masyarakat melalui optimalisasi aturan dan sumber daya yang diduduki oleh aktor laki-laki dan perempuan dalam interaksi sosial.Aktor dinegosiasikan dalam skema interpretatif, yang melibatkan interaksi aturan dan berbagai fasilitas yang ada .Dalam negosiasi, aktor laki-laki memiliki posisi sosial yang lebih unggul dari aktor perempuan. Pengaruh situasi tersebut menciptakan sebuah relasi gender asimetris dalam masyarakat.Aktor laki-laki mengalahkan aktor perempuan dalam setiap lembaga-lembaga sosial.Media adalah salah satu lembaga dimana keunggulan aktor laki-laki dimuliakan.Aktor perempuan tidak bisa memberdayakan posisi mereka untuk mengatasi struktur laki-laki dalam industri media.Analisis wacana kritis telah diterapkan untuk membingkai studi ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekerasan struktural pada perempuan terkait stereotip gender. Tulisan ini direkomendasikan untuk menghasilkan program yang menggambarkan peran gender secara berimbang. Kata kunci: stereotipisasi, kekerasan struktural

    Item Type: Article
    Subjects: 300 Ilmu Sosial
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
    Depositing User: lestari puji
    Date Deposited: 22 Mar 2012 10:16
    Last Modified: 22 Mar 2012 10:16
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2153

    Actions (login required)

    View Item