Kemiskinan Struktural Informasi

Widiastuti, Tuti (2010) Kemiskinan Struktural Informasi. Jurnal Ilmu Komunikasi Terakreditasi, 8 (3). pp. 314-329. ISSN 1693-3029

[img]
Preview
PDF (Jurnal Ilmu Komunikasi Terakreditasi) - Published Version
Download (2358Kb) | Preview

    Abstract

    Abstract This article is based on research of social network and structural poverty at Dusun Wanasari, Desa Karangsong, Indramayu, West Java. These phenomena will be analyzed with social exchange theory from Richard M. Emerson who said that people will have limited access in their social network and who has good resources will be powerful than others. The research methodology is Communication Networks Analysis. Findings in this research such as social communication networks among poor people have their own pattern, small size networks, simple, limited members, interlink age and interplay. Sources of information related to daily life came from strong ties mainly, however for innovative or new invention came from weak ties. Information acquired from heterophily, and distributed to homophily relations. Mobile phone uses for tighten homophily relation, but not for heterophily. Opinion leader in this research founded as polymorphic, characterized by higher class socio-economically, well educated compare to majority of population, more experiences, more exposed to outer world, and well knowledge. Characteristic of opinion leadership is multiple level opinion leaderships. For people who are identified in under poverty line, they has limited access to information such as education and training program, financial supporting program, and information that delivered through social communication networking. Abstrak Artikel ini didasarkan pada penelitian jaringan sosial dan kemiskinan struktural diDusun Wanasari, Desa Karangsong, Indramayu, JawaBarat. Fenomena ini akan dianalisis dengan teori pertukaran sosial dari Richard M. Emerson yang mengatakan bahwa orang-orang akan memiliki akses terbatas dalam jaringan sosial mereka dan yang memiliki sumber daya yang baik akan kuat dari yang lain.Metodologi penelitian ini adalah Analisis Jaringan Komunikasi.Temuan dalam penelitian ini seperti jaringan komunikasi sosial antara orang-orang miskin memiliki pola sendiri, jaringan ukuran kecil, sederhana, anggota yang terbatas, umur dan saling terhubung antara satu dengan lain. Sumber informasiyang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, terutama berasal dari ikatan yang kuat, namun untuk penemuan inovatif atau baru justru datang dari ikatan lemah. Informasi diperoleh berasaldari heterophily, dan didistribusikan kepada kelompok homophily. Penggunaan Ponsel untuk mempererat hubungan homophily, tetapi tidak untuk heterophily.Opini pemimpin dalampenelitian ini dibentuk secara polimorfik, ditandai dengan tinggi kelas sosial-ekonomi, berpendidikan dibandingkan dengan mayoritas penduduk, berpengalaman, lebih terpapar dunia luar, dan juga pengetahuan. Karakteristik dari opinion leader adalah adanya tingkatan kepemimpinan untuk kategori pendapat. Bagi orang-orang yang diidentifikasi dibawah garis kemiskinan,mereka memiliki akses terbatas terhadap informasi seperti pendidikan dan program pelatihan, program pendukung keuangan, dan informasi yang disampaikan melalui jaringan komunikasi sosial. Kata kunci: informasi, jaringan komunikasi sosial, kemiskinan struktural, pertukaran sosial

    Item Type: Article
    Subjects: 300 Ilmu Sosial
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
    Depositing User: lestari puji
    Date Deposited: 22 Mar 2012 10:16
    Last Modified: 22 Mar 2012 10:16
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2154

    Actions (login required)

    View Item