MAKNA PESAN YANG TERKANDUNG DALAM FILM PENDEK ”HARAP TENANG, ADA UJIAN”

Purnomo, Vendi (2012) MAKNA PESAN YANG TERKANDUNG DALAM FILM PENDEK ”HARAP TENANG, ADA UJIAN”. Other thesis, UPN VETERAN YOGYAKARTA.

[img]
Preview
PDF
Download (41Kb) | Preview

    Abstract

    Terdapat fenomena komunikasi yang menarik dalam film pendek “Harap Tenang ada Ujian” untuk diteliti yaitu penyampaian pesan yang menggunakan banyak simbol tersembunyi di baliknya karena film ini merupakan film pendek dengan sedikit dialog yang diceritakan. Film merupakan representasi yang menghadirkan kembali kenyataan yang ada dalam kehidupan masyarakat dalam bentuk audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan film pendek juga mampu dan berkualitas dalam menunjukkan realitas sosial maupun kritik sosial, kritik terhadap pendidikan terutama pendidikan sejarah yang diterapkan di sekolah dasar yang disampaikan dalam simbol-simbol adegan film tersebut. Film ini diangkat dari kisah seorang anak korban gempa bumi di Yogyakarta yang mengusir relawan Jepang dari daerahnya karena menurut persepsi anak tersebut kedatangan Jepang hendak kembali menjajah Indonesia, kemudian diangkat menjadi sebuah film pendek. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Analisis Semiotika Roland Barthes, yang mengkaji tandatanda dalam film dengan dua tatanan denotasi dan konotasi yang identik dengan operasi ideologi yang disebut sebagai ‘mitos” untuk mengungkapkan nilai dominan yang berlaku. Analisis data dalam penelitian ini berupa penjelasan deskriptif yang bersifat eksploratif untuk menggambarkan dan menjelaskan suatu fenomena. Uji validitas data yang digunakan adalah dengan menggunakan dua formula yaitu kontekstual, dan intersubjektifitas.Sehingga penelitian yang diperoleh dari film ini dijadikan media untuk mengetahui makna yang terkandung dalam film yaitu persepsi dari anak SD terhadap keberadaan Jepang di Indonesia. Film digunakan oleh sutradara Ifa Isfansyah untuk memberikan semangat kembali kepada korban gempa dengan memberikan contoh semangat belajar yang tinggi dari seorang anak dan bagaimana mempertahankan kemerdekaan menurut persepsinya yang terdapat pada tiap adegan. Dalam penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa film mempresentasikan pesan kritik terhadap pola pendidikan di Indonesia dalam menyampaikan pelajaran sehingga menimbulkan persepsi buruk dari siswa terhadap negara bekas penjajah terutama Jepang dalam film ini, hal ini juga menimbulkan perasaan xenophobia terhadap orang asing yang berasal dari negara bekas penjajah di Indonesia. Perbedaan persepsi banyak digambarkan melalui simbol yang digunakan dalam film yaitu pengetahuan pelajaran sejarah yang dangkal. Tanda dari rasa ingin mempertahankan kemerdekaan bangsa berdasarkan persepsi anak SD sering muncul dalam setiap adegan film ini. Mengusir keberadaan orang asing bekas penjajah dari daerahnya yang ditampilkan dalam beberapa adegan, ini identik dengan rasa kebencian atau kebangsaan yang berlebiha, istilah ini sering disebut perasaan xenophobia.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 300 Ilmu Sosial
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
    Depositing User: Sarimin Sarimin
    Date Deposited: 06 Feb 2012 16:22
    Last Modified: 06 Feb 2012 16:22
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2175

    Actions (login required)

    View Item