ANALISIS KUALITAS AIR LAUT AKIBAT KEGIATAN PERBAIKAN KAPAL DI DAERAH PESISIR STUDI KASUS KAWASAN INDUSTRI SHIPYARD (GALANGAN KAPAL) KELURAHAN TANJUNG UNCANG, KECAMATAN BATU AJI, KOTA BATAM, PROVINSI KEPULAUAN RIAU

TEGUH , PRASETYO (2012) ANALISIS KUALITAS AIR LAUT AKIBAT KEGIATAN PERBAIKAN KAPAL DI DAERAH PESISIR STUDI KASUS KAWASAN INDUSTRI SHIPYARD (GALANGAN KAPAL) KELURAHAN TANJUNG UNCANG, KECAMATAN BATU AJI, KOTA BATAM, PROVINSI KEPULAUAN RIAU. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (15Kb) | Preview

    Abstract

    Banyaknya Industri Shipyard (galangan kapal) yang ada di Indonesia, khususnya di Pulau Batam tidak terlepas dari kemungkinan timbulnya permasalahan terhadap lingkungan perairan laut. Bila hal tersebut terjadi merupakan sebuah ancaman bagi perairan di sekitar pesisir Kota Batam. Industri Shipyard adalah industri yang bergerak dalam bidang perkapalan dimana terdapat proses kegiatan perbaikan kapal. Limbah yang dihasilkan dari kegiatan perbaikan kapal terdiri dari limbah cair maupun limbah padat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas air laut di daerah pesisir dan mengetahui pencemaran logam berat Cu dan Zn di daerah pesisir Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau serta arah pengelolaan limbah yang dihasilkan dari kegiatan perbaikan kapal. Metode penelitian dalam menganalisis kualitas air laut di Kelurahan Tanjung Uncang adalah Metode Survey dan Analisis Laboratorium. Parameter yang digunakan adalah Suhu, Total Suspended Solid (TSS), pH, Salinitas, Dissolved Oxygen (DO), Tembaga (Cu) dan Seng (Zn). Yang kemudian di analisa berdasarkan KEP-MENLH No. 51 Tahun 2004 tentang baku mutu air laut untuk biota laut. Pengambilan sampel dilakukan pada perairan laut dengan menggunakan alat yaitu water sample alpha di 10 titik pengambilan sampel. Hasil Analisis Laboratorium yang di lakukan di PT. Surveyor Indonesia Kota Batam menunjukkan bahwa : Suhu dari 10 titik pengambilan sampel hanya pada Sea water - 2, nilai yang didapat yaitu 32,90 °C melebihi baku mutu (Suhu 28 – 30 °C) dan selebihnya masih dibawah nilai baku mutu. Kadar TSS dari 10 titik pengambilan sampel, nilai diperoleh masih sesuai dengan baku mutu untuk TSS (80 mg/l). Kadar pH dari 10 titik pengambulan sampel berkisaran pH 7,13 – 8,02, (baku mutu pH 7 – 8,5). Kadar Salinitas dari 10 titik pengambulan sampel berkisaran 28,92 – 32,50 mg/l (baku mutu Salinitas 32 – 34 mg/l). Kadar DO dari 10 titik pengambilan sampel, hanya pada Sea water - 2 nilai yang didapat yaitu 4 mg/l tidak sesuai dengan baku mutu (DO > 5 mg/l) dan selabihnya masih sesuai dengan nilai baku mutu. Kadar Tembaga (Cu) dari 10 titik pengambilan sampel, untuk 9 titik pengambilan sampel nilai yang didapat berkisaran 0,014 – 0,041 mg/l dan melebihi nilai baku mutu (Cu 0,008 mg/l). Kadar Seng (Zn) dari 10 titik pengambilan sampel, untuk 9 titik pengambilan sampel nilai yang didapat berkisar 0,21 – 0,33 mg/l dan melebihi nilai baku mutu (Zn 0,05 mg/l). Kata kunci : limbah, Industri Shipyard, copper slug, kualitas air laut.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Lingkungan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 06 Feb 2012 15:46
    Last Modified: 06 Feb 2012 15:46
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2187

    Actions (login required)

    View Item