FLUKTUASI HARGA MINYAK DUNIA DAN POTENSI RISIKO FISKAL DI INDONESIA

SUHARSIH, SRI (2012) FLUKTUASI HARGA MINYAK DUNIA DAN POTENSI RISIKO FISKAL DI INDONESIA. Other thesis, ILMU EKONOMI.

[img]
Preview
PDF
Download (61Kb) | Preview

    Abstract

    INTISARI Penelitian ini menganalisis risiko fiskal sebagai dampak adanya fluktuasi harga minyak dunia. Secara empiris fluktuasi harga minyak dunia secara langsung berdampak pada pos penerimaan dan pengeluaran APBN, terutama pos penerimaan migas dan pajak migas disisi penerimaan, sedangkan disisi pengeluaran berdampak pada pemberian subsidi BBM, subsidi listrik, dan pemberian Dana Bagi Hasil ke daerah penghasil minyak. Berfluktuasinya harga minyak dunia saat ini serta status Indonesia sebagia negara pengimpor minyak netto dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya resiko fiskal yang pada akhirnya dapat menggangu pencapaian kesinambungan fiskal. Oleh karena itu sangat penting melakukan analisis risiko fiskal yang dihadapi pemerintah Indonesia dan melihat respon fluktuasi harga minyak dunia tersebut terhadap risiko fiskal dalam kaitannya dengan tercapainya kesinambungan fiskal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengukur besarnya risiko fiskal sekaligus kewajiban kontingensi yang disebabkan olek fluktuasi harga minyak dunia dalam kerangka kesinambungan fiskal (ii) menganalisis respon fluktuasi harga minyak dunia terhadap risiko fiskal dan kewajiban kontingensi di Indonesia, sekaligus menemukan persamaan jangka panjang risiko fiskal di Indonesia, (iii) mengestimasi apakah pengaruh harga minyak dunia terhadap risiko fiskal dan kewajiban kontingensi terjadi secara langsung atau melalui inlasi, dan (iv) menganalisis pengaruh jangka pendek harga minyak dunia terhadap risiko fiskal dan kewajiban kontingensi. Analisis dilakukan dengn menggunakan metode Balance Sheet Approach (BSA) dan analisis rerata varian untuk menghitung besarnya risiko fiskal. Selanjutnya dalam kaitannya dengan kesinambungan fiskal akan diestimasi apakah terjadi perubahan struktural atau tidak sepanjang tahun 1977-2008 pada variabel risiko fiskal dengan menggunakan aplikasi uji stasioneritas dengan memasukkan unsur jeda struktural yang dikembangkan oleh Zivot Andrews (ZA test). Berbeda dengan penelitian sebelumnya, untuk melihat respon harga minyak terhadap risiko fiskal digunakan Vector Autoregressive (VAR) dengan metode Vector Error Correction Model (VCEM). Penggunaan metode VCEM ini sekaligus untuk mendapatkan persamaan jangka panjang dari risiko fiskal dengan memasukkan beberapa variabel lain sebagai variabel restriksi. Selanjutnya digunakan persamaan simultan dengan metode Two Stage Least Square (TSLS) untuk mengestimasi apakah dampak kenaikan harga minyak terhadap risiko fiskal terjadi secara langsung atau melalui inflasi. Selanjutnya untuk mengestimasi pengaruh harga minyak dalam jangka pendek terhadap risiko fiskal digunakan metode two step Error Correction Model-Engle Granger (ECM-EG). Hasil analisis menunjukan bahwa fluktuasi harga minyak telah menyebabkan terjadinya risiko fiscal dan kewajiban kontingensi di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan networth dengan menggunakan BSA maupun analisis rerata varian menunjukan nilai negative pada tahun-tahun tertentu terutama ketika Indonesia berubah status menjadi negara pengimpor minyak netto srta terjadinya kenaikan harga minyak yang sangat tinggi mendekati US $ 100/ barrel. Hasil uji ZA menunjukkan telah terjadi perubahan structural pada variabel risiko, kondisi tersebut terjadi ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan sampai mendekati angka 100 US$ / barrel pada awal tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak dapat menggangu pencapaian kesinambungan fiskal. Selanjutnya hasil analisis VAR menunjukan bahwa fluktuasi harga minyak dunia direspon positif oleh risiko fiskal pada subsidi BBM, subsidi listrik, dan pembelian DBH. Berdasarkan hasil estimasi model VECM dengan menggunakan restriksi harga minyak, kurs, konsumsi dan produksi minyak menunjukan bahwa dalam jangka panjang risiko fiskal di Indonesia disebabkan oleh harga minyak dunia dan konsumsi BBM. Sementara itu hasil analisis persamaan simultan dengan metode TSLS menunjukkan bahwa fluktuasi harga minyak dunia memberikan dampak secara langsung (direct effect) terhadap risiko fiskal, dan tidak melalui inflasi ( indirect effect) . Dari hasil estimasi ECM-EG ditunjukkan bahwa dalam jangka pendek risiko fiskal dipengaruhi oleh harga minyak dunia dan konsumsi BBM. Berdasarkan beberapa temuan tersebut memberikan implikasi yang mendasar bagi pelaksanaan kebijakan fiskal di Indonesia. Fluktuasi harga minyak dapat menimbulkan terjadinya risiko fiskal dan kewajiban kontingensi, bahkan ketika terjadi kenaikan harga minyak dunia yang tinggi, kondisi tersebut dapat membahayakan pencapaian kesinambungan fiskal, maka harus diupayakan pengendalian dari sisi pengeluaran terutama berkaitan dengan besaran pemberian subsidi, baik subsidi BBM, subsidi listrik, maupun pemberian DBH. Salah satu cara melakukan pengurangan risiko sebagai akibat kenaikan harga minyak adalah dengan melakukan hedging (lindung nilai). Selain itu Pemerintah diharapkan bisa membuat formula yang tepat bagi pelaksanaan kebijakan subsidi tersebut. Selain itu dalam jangka panjang konsumsi BBM memberika pengaruh positif terhadap terjadinya risiko fiskal, sudah seharusnya pemerintah untuk membuat kebijakan yang bertujuan untuk mengendalikan konsumsi BBM serta merealisasikan pelaksanaan penggunaan energi alternatif. Kata kunci : Risiko Fiskal, Zivot Andrews (ZA test), Balance Sheet Approach (BSA), Vector Autoregressive, Vector Error Correction Model, Two Stage Least Square (TSLS), ECM-EG.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 300 Ilmu Sosial
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan
    Depositing User: Sri Lestari
    Date Deposited: 05 Mar 2012 11:36
    Last Modified: 05 Mar 2012 11:36
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2391

    Actions (login required)

    View Item