ANALISIS DISTRIBUSI FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI BATURAJA LAPANGAN HALIMEDA CEKUNGAN SUMATERA SELATAN

CANDRA DWI , ARDIANTO (2012) ANALISIS DISTRIBUSI FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI BATURAJA LAPANGAN HALIMEDA CEKUNGAN SUMATERA SELATAN. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (30Kb) | Preview

    Abstract

    Lokasi Penelitian berada di salah satu Blok Medco E & P Indonesia yaitu Lapangan Halimeda yang berlokasi di Cekungan Sumatera Selatan. Penelitian di fokuskan pada reservoar batugamping Formasi Baturaja yang secara stratigrafi terendapkan secara selaras di atas Formasi Talang Akar atas dan secara tidak selaras terhadap batuan dasar (basement). Stratigrafi daerah telitian Lapangan Halimeda berdasarkan 5 sumur pemboran dari Tua ke Muda yaitu Batuan dasar berumur Pra-Tersier kemudian terendapkan secara tidak selaras di atasnya Basal Klastik Formasi Talang Akar Atas, kemudian terendapkan di atasnya secara selaras Formasi Baturaja dan Formasi Telisa. Hasil analisis pengelompokkan fasies (fasies group) dan Lingkungan Pengendapan dari 5 data sumur pemboran dengan data core yang ada di 4 sumur pemboran secara keseluruhan terdapat 4 fasies yaitu: Fasies Konglomerat dengan Lingkungan Pengendapan Inner Shelf, Fasies Fore Reef dengan Lingkungan Pengendapan Inner Shelf, Fasies Back Reef dengan Lingkungan Pengendapan Inner Shelf, Fasies Back Reef – Lagoon dengan lingkungan pengendapan Inner Shelf, Fasies Reef Core dengan Lingkungan Pengendapan Inner Shelf, dan Fasies Platform dengan lingkungan pengendapan Outer Shelf. Fasies berpengaruh terhadap kualitas reservoar pada lapangan Halimeda. Fasies yang berperan baik sebagai reservoar adalah Reefal Fasies (Reef Core, Back Reef, Fore Reef) dan Fasies Platform. Fasies Konglomerat kurang berperan baik sebagai reservoar. Reefal Fasies memiliki porositas berkisar 14,56 – 28,06 % dan permeabilitas berkisar dari 129 – 410,12 md dengan tebal bervariasi dari 14,75 – 29,84 feet ( 4,79 – 9,71 m). Fasies Platform masih cukup baik sebagai reservoar dengan porositas rata – rata 21,4 % dan permeabilitas rata-rata 269,7 md dan tebal 4,5 – 10,5 feet (1,37 – 3,20 m). Fasies konglomerat tidak berperan baik sebagai reservoar pada lapangan ini karena porositas rata-rata kurang dari 10 % dan permeabilitas rata-rata kurang dari 50 md walaupun secara ketebalan rata-rata mencapai 17,08 feet /5,2 m (Klasifikasi Archie,1952). Peta Fasies Formasi Baturaja atas menunjukkan suatu paleogeografi patch reef yaitu suatu bentukkan terumbu yang dikelilingi oleh Lingkungan Platform. Dari peta distribusi fasies, fasies yang berperan bagus sebagai reservoar karbonat memiliki sebaran relatif ke arah utara atau timur laut mengikuti sebaran Reefal Fasies.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 05 Mar 2012 10:27
    Last Modified: 05 Mar 2012 10:27
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2402

    Actions (login required)

    View Item