Kontestasi Makna dan Dramatisme Komunikasi Politik tentang Reformasi di Indonesia

Agus Suparno, Basuki (2010) Kontestasi Makna dan Dramatisme Komunikasi Politik tentang Reformasi di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 8 (1). pp. 1-12. ISSN 1693-3029

[img]
Preview
PDF (Jurnal Ilmu Komunikasi Terakreditasi) - Published Version
Download (163Kb) | Preview

    Abstract

    Abstract This research is political communication study that focus to the political language involving any interpretation and clash of argument to Reformation in Indonesia. Factually, any social problems can be caused of interpretation to the meaning. The quarrel, misperception, misunderstanding, misleading even conflict as well as war can be cause of interpretation to meaning. This research applied pentad analysis that scrutinize the analytic relation among scene, act, agent, agency and purpose. This analytic explained that many groups have different interests by using Reformation as common groun in getting the ends. The results pointed out that there are five objective situations which form the context of Reformation reflecting the battleground of scene or stage where Reformation contention. First, student demonstration that insisted to Presiden Soeharto to step down. Second, International Moneter Finance (IMF) and World Bank want to liberalize the economy platform in Indonesia. Third, riots and massive destruction that happened in many places that make pressure to Soeharto. This pointed out the context of contention between actors who conceive it as civil disobedience and social justice. Fourth, Golkar and its underbouw nominated Soeharto become Presiden for the seventh terms in office. Fifth, military frustated in facing demonstration and political changes. Five objective of situation formed the conditions that insisted Soeharto step down. This research seriously implied to politics, history and communication itself in the social movement context. Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan studi komunikasi politik yang berfokus pada bahasa politik dan melibatkan interpretasi serta benturan argumen kejadian Reformasi diIndonesia. Secara faktual,masalah sosial dapat disebabkan penafsiran terhadap arti. Pertengkaran, persepsiyang salah, kesalahpahaman, bahkan konflik, serta perang dapat menjadi penyebab interpretasi makna. Penelitian inimenggunakan metode analisis pentad yang meneliti hubungan analitik di antara adegan, tindakan, agen, agency, dan tujuan.Analisisnya bahwa banyak kelompok yang berbeda memiliki perhatian yang berbeda pada kontestasi dengan Reformasi sebagai dasar umum dalam mendapatkan ujungnya.Hasil menunjukkan bahwa ada lima situasi objektif yang membentuk konteks Reformasi yang mencerminkan kontenstasi dasar dari adegan atau tahap dimana terjadi kontestasi Reformasi. Pertama, mahasiswa demonstrasi yang bertahan untuk Presiden Soeharto untuk mundur.Kedua, IMF dan Bank Dunia ingin meliberalisasi platform ekonomi di Indonesia. Ketiga, kerusuhan dan kerusakan besar terjadi di banyak tempat membuat tekanan untuk Soeharto. Ini menunjukkan konteks pertentangan antara aktor yang berperan sebagai pembangkang sipil dan keadilan sosial. Keempat, Golkar sebagai organisasi sayap Soeharto yang menunjuknya sebagai presiden.Kelima, militer frustasi dalam menghadapi perubahan demonstrasi dan politik. Lima tujuan membentuk situasi kondisi yangmendesak Soeharto mundur. Penelitian ini mendalami makna yang tersirat terkait dengan politik, sejarah, dan komunikasidalamkonteks gerakan sosial. Kata kunci: dramatisme , kontestasi,makna, dan reformasi

    Item Type: Article
    Subjects: 300 Ilmu Sosial
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
    Depositing User: lestari puji
    Date Deposited: 22 Mar 2012 10:18
    Last Modified: 22 Mar 2012 10:18
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2498

    Actions (login required)

    View Item