Kebijakan Harian Kompas terhadap Kebijakan Afirmatif Perempuan

Sulistyowati, Fadjarini (2010) Kebijakan Harian Kompas terhadap Kebijakan Afirmatif Perempuan. Jurnal Ilmu Komunikasi Terakreditasi, 8 (1). pp. 66-75. ISSN 1693-3029

[img]
Preview
PDF (Jurnal Ilmu Komunikasi Terakreditasi) - Published Version
Download (133Kb) | Preview

    Abstract

    Abstract News does not reside in value-freed space. Mass media are powerful to make reality construction to publish that is in line with their frame (point of view).Constitution Court has made a decision that cancels chapter 214 of the Constitution, Number 10/2008, by which candidates in the legislative general election of 2009 that are elected by majority votes, and not by their numbers in rank, causing the affirmative policy for women candidates of legislative members fall invalid. As a result of the absence of affirmative policy, women candidates have to work harder to become members of the parliament. As public space, mass media are supposed to be strategic room to help women candidates campaign their struggle. Not all mass media, however, have gender sensitivity. Kompas is media that concerned with women’s struggle especially on their column. This research is intended to find out Kompas’s construction of post Constitution Court’s decision news concerning the affirmative policy for women candidates and women’s struggle to become members of People’s Representatives or District People’s Representatives. The data is collected by using framing analysis of Zhondang Pan and Konsicki. The result shows that Kompas is concerned with women candidates’ struggle. In broad outline, the post Constitution Court’s decision news is divided into two groups; they are the discourse about the affirmative policy for women candidates and the women candidates’ struggle in the general election of 2009. Abstrak Berita tidak berada dalam ruang bebas nilai.Media massa sangat berkuasa untuk menghadirkan sebuah realitas yang sejalan dengan bingkai atau sudut pandang mereka.Mahkamah Konstitusi membuat keputusan yang membatalkan pasal 214 Konstitusi,Nomor 10/2008. Kandidat dilegislatif pemilihan umumtahun 2009 yang dipilih oleh suara terbanyak, dan bukan oleh jumlah mereka dalam peringkat, menyebabkan kebijakan afirmatif untuk calon perempuan anggota legislatif. Hasil dari tidak adanya kebijakan afirmatif, kandidat perempuan harus bekerja lebih keras untuk menjadi anggota parlemen. Sebagai ruang publik, media massa seharusnya menjadi ruang strategis untuk membantu kandidat perempuan mengampanyekan perjuangan mereka. Tidak semua media massa memiliki sensitivitas gender. Kompas adalah media yang peduli dengan aspek perjuangan perempuan, hal iniditunjukkan pada kolom berita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi Kompas tentang keputusan pasca pengadilan yang menampilkan berita mengenai kebijakan afirmatif untuk calon perempuan dan perjuangan perempuan untuk menjadi anggota Perwakilan Rakyat pada level perwakilan di tingkat Kabupaten. Data dikumpulkan dengan menggunakan analisis framing dari Zhondang Pan dan Konsicki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas berkaitan dengan perjuangankandidat perempuan. Secara garis besar, berita keputusan pasca Mahkamah Konstitusi dibagi menjadi dua kelompok yaitu wacana tentang kebijakan afirmatif bagi kandidat perempuan dan perjuangan para kandidat perempuan dalam pemilihan umumtahun 2009. Kata kunci: analisis framing, kebijakan afirmatif, dan perjuangan perempuan

    Item Type: Article
    Subjects: 300 Ilmu Sosial
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
    Depositing User: lestari puji
    Date Deposited: 22 Mar 2012 10:18
    Last Modified: 22 Mar 2012 10:18
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2499

    Actions (login required)

    View Item