KAJIAN KEEKONOMIAN KONTRAK PROYEK PENAMBANGAN BATUBARA SITE MUARA TIGA BESAR UTARA TAHUN 2012-2016 PT. BUKIT ASAM PERSERO (Tbk)

ILHAM, AKBAR KAJIAN KEEKONOMIAN KONTRAK PROYEK PENAMBANGAN BATUBARA SITE MUARA TIGA BESAR UTARA TAHUN 2012-2016 PT. BUKIT ASAM PERSERO (Tbk). UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (43Kb) | Preview

    Abstract

    RINGKASAN Dalam merencanakan kegiatan pengupasan tanah penutup (overburden), PT.Bukit Asam akan melakukan kontrak dengan beberapa kontraktor. Ukuran peralatan mempengaruhi jumlah alat yang bekerja di lapangan dan tarif yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada kontraktor. Penggantian peralatan ke ukuran yang lebih besar, diharapkan dapat mengurangi jumlah alat yang bekerja di lapangan dan tarif yang harus dibayarkan perusahaan. Peralatan yang 3digunakan pada saat sekarang adalah excavator dengan kapasitas bucket 4,5 m dan dump truck dengan kapasitas 50 ton. Direncanakan akan dilakukan 3penggantian dengan excavator dengan kapasitas bucket 12 m dan dump truck dengan kapasitas 100 ton. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan kajian efisiensi dalam tarif, biaya operasi, dan jumlah peralatan yang bekerja di lapangan, melakukan kajian ekonomi kontrak proyek penambangan batubara PT. Bukit Asam, site Muara Tiga Besar Utara pada 2012 – 2016, dan melakukan analisis inkremental. Metode penelitian ini dilakukan dengan mencari bahan-bahan pustaka yang menunjang, yang diperoleh dari perusahaan terkait, perpustakaan program studi Teknik Pertambangan maupun perpustakaan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta, internet, dan handbook peralatan yang digunakan (Komatsu dan Caterpillar). Sedangkan pengamatan di lapangan dilakukan untuk mengetahui kondisi lapangan, dan peralatan yang digunakan di perusahaan. Dari hasil penelitian didapat jumlah alat yang bekerja untuk peralatan ukuran minimum, excavator dan dump truck yang disediakan berjumlah masing- masing 16 unit dan 133 unit. Jika dilakukan penggantian peralatan, maka jumlah yang disediakan menjadi masing-masing 7 dan 76 unit. Penggantian peralatan ke kapasitas yang lebih besar memperkecil jumlah investasi yang ditanamkan pemilik peralatan sebesar 24,31%, biaya operasi yang dikeluarkan sebesar 21,69%. Jika menggunakan peralatan kapasitas minimum, tarif/BCM yang ditawarkan pada tahun 2012 adalah Rp.38.466,91. Jika dilakukan penggantian peralatan ke kapasitas yang lebih besar, maka tarif/BCM yang ditawarkan lebih kecil yaitu Rp.29.997,94. Pada metode analisis ekonomi yang digunakan adalah Net Present Value (NPV), Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFROR), dan Pay Back Period (PBP) untuk semua struktur modal. Dari hasil analisis yang dilakukan semua alternatif struktur modal layak untuk dipertimbangkan. Pada analisis inkremental didapat nilai biaya sekarang peralatan ukuran kapasitas besar lebih kecil daripada peralatan ukuran minimum perusahaan,jadi dipilih peralatan dengan kapasitas lebih besar. Kesimpulan penelitian ini adalah dipilih peralatan dengan kapasitas lebih besar karena jumlah peralatan yang bekerja di lapangan lebih sedikit, investasi yang ditanamkan lebih sedikit, biaya operasi yang dikeluarkan lebih kecil, dan tarif yang harus dibayarkan lebih kecil jika dibandingkan dengan peralatan kapasitas minimum perusahaan.

    Item Type: Other
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 30 Mar 2012 10:12
    Last Modified: 30 Mar 2012 10:12
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2507

    Actions (login required)

    View Item