Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak dalam Pendidikan Seksual

Windijarti , Ida (2011) Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak dalam Pendidikan Seksual. Jurnal Ilmu Komunikasi Terakreditasi, 9 (3). pp. 274-292. ISSN 1693-3029

[img]
Preview
PDF (Jurnal Ilmu Komunikasi Terakreditasi) - Published Version
Download (548Kb) | Preview

    Abstract

    Abstract This study examined the responsibility and parenting of parents in providing sex education, and how interpersonal communication that occurs between parent and children contributed to young people’s sexual knowledge in adolescents. The method used in this study was qualitative-interpretive method, which combined the use of survey research method, in-depthinterviews, and focus group discussion method. The results showed a difference of treatment between male and female adolescents in obtaining treatment in terms of providing sex education. In relation to female adolescent, parents still continued to give assistance and provided an explanation, especially when the child enters the first menstruation. In relation to male adolescent, they tended to gain sexual knowledge from friends or media. This is indeed widely recognized by parents because boys are considered more low risk in terms of deviation of sexual behavior than women. Mother’s role still seems to dominate in providing assistance provision to children, so that assistance to adolescent girls tends to be more intensive than teenage boys. Abstrak Fenomena yang merisaukan banyak pihak, pada dekade sekarang ini adalah pola pacaran para remaja yang menjurus pada hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh dan komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dalam pendidikan seks remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-interpretatif, yang menggabungkan penggunaan metode penelitian survai, in-depth-interview, dan metode focus group discussion.Hasil penelitianmenunjukan bahwa terdapat adanya perbedaan perlakuan antara remaja perempuan dan remaja laki-laki dalam memperoleh perlakuan dalam hal pemberian pendidikan seks. Pada remaja perempuan nampaknya orangtua masih terus memberikan pendampingan dan memberikan penjelasan terutama ketika anak memasuki menstruasi pertama. Remaja laki-laki cenderung lebih banyak memperoleh pengetahuan seksual dari teman atau pun media massa. Hal ini diakui oleh orangtua karena anak laki-lakidianggap lebih kecil resikonya dalamhal penyimpangan perilaku seksual dibandingkan perempuan. Peran ibu masih lebih mendominasi dalam memberikan bekal pendampingan kepada anak, sehingga pendampingan kepada remaja perempuan cenderung lebih intensif dari pada remaja laki-laki. Kata kunci: komunikasi interpersonal orang tua-anak dan pendidikan seksual remaja

    Item Type: Article
    Subjects: 300 Ilmu Sosial
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
    Depositing User: lestari puji
    Date Deposited: 22 Mar 2012 10:19
    Last Modified: 22 Mar 2012 10:19
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2513

    Actions (login required)

    View Item