KAJIAN TEKNIS PENGGUNAAN THREADBAR GROUTING SEBAGAI SISTEM PERKUATAN DI PANEL 1 G DRAW POINT 3 EAST SAMPAI 5 EAST EXTRACTION LEVEL DEEP ORE ZONE PADA TAMBANG BAWAH TANAH PT. FREEPORT INDONESIA

LUKAS DANANG , WIBOWO (2012) KAJIAN TEKNIS PENGGUNAAN THREADBAR GROUTING SEBAGAI SISTEM PERKUATAN DI PANEL 1 G DRAW POINT 3 EAST SAMPAI 5 EAST EXTRACTION LEVEL DEEP ORE ZONE PADA TAMBANG BAWAH TANAH PT. FREEPORT INDONESIA. Jurusan Teknik Pertambangan UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (50Kb) | Preview

    Abstract

    Sistem penambangan bawah tanah mempunyai resiko yang sangat tinggi, salah satunya adalah masalah kestabilan lubang bukaan, karena berhubungan dengan keselamatan kerja baik bagi pekerja tambang maupun bagi peralatan tambang demi kelanjutan produksi tambang itu sendiri. Salah satu pemecahannya adalah dengan melakukan penerapan sistem perkuatan lubang bukaan. Threadbar merupakan salah satu jenis rock bolt yang digunakan sebagai perkuatan di tambang Deep Ore Zone PT. Freeport Indonesia. Untuk mendapatkan kerja yang baik dari threadbar yang digunakan perlu memperhatikan lubang bor yang akan di pasang threadbar, spesifikasi threadbar, pencampuran untuk grouting, memasukan grouting kedalam lubang bor sampai dengan memasang threadbar. Berdasarkan klasifikasi massa batuan dengan menggunakan Q-System, diperoleh hasil bahwa nilai Q area penelitian adalah sebesar 3,75 artinya bahwa batuan di area penelitian adalah jenis batuan jelek (poor rock). Jika nilai Q dikorelasikan dengan RMR System, maka diperoleh nilai RMR sebesar 55,89. Berdasarkan SOP PT. FI dengan menggunakkan 7 parameter didapat rating sebesar 29, maka untuk area penelitian kelas penyangganya adalah extra heavy, dengan jenis penyangga yang direkomendasikan adalah bolts (splitsets) dan welded mesh kemudian shotcrete dengan ketebalan lapisan shotcrete yang pertama 100 mm lalu dipasang welded mesh serta penyemprotan lapisan shotcrete yang kedua setebal 50 mm dan threadbars. Setelah pemasangan threadbar, maka dilakukan pengujian, pengujian dilakukan pada threadbar yang sudah terpasang dan pada grouting. Pengujian pada threadbar yang telah dipasang dilakukan dengan cara pull out dengan pembebanan sampai dengan 16 Ton, sedangkan untuk mengetahui kualitas grouting dilakukan uji Uniaxial Compressive Strength untuk uji cylinder sample, pengujian terhadap campuran grout dilakukan pada water cement ratio 0,35 dan 0,27 dengan penambahan bahan perekat Flow cable sebanyak 6%. Adanya daerah yang mengalami cave stop membuat distribusi tegangan di daerah penelitian lebih besar dari daerah lain, sehingga penggunaan threadbar pada daerah yang mengalami cave stop berbeda dari segi panjangnya threadbar dan spasi. Belum adanya pendekatan empiris yang digunakan untuk mendapat pendekatan terhadap tinggi daerah potensial runtuh terhadap daerah yang mengalami tegangan yang berlebih membuat susahnya menentukan panjangnya threadbar yang harus diterapkan di lokasi tersebut. Untuk mendapatkan kekentalan ideal, dari hasil percobaan terhadap kualitas grout dengan penambahan flow cable sebanyak 6%, water cemet ratio ideal adalah 0,27. Dari hasil percobaan Uniaxial Compressive Strength untuk water cement ratio 0,27 juga di dapat kekuatan yang lebih baik yaitu 47,97 MPa dibandingkan dengan water cement ratio 0,35 yaitu 43,58 MPa dalam waktu 7 hari. Untuk panjang threadbar yang digunakan yaitu 6,5 m pada bagian back, dan 5 m pada bagian rib dianggap cukup, hal ini berdasarkan pengalaman dari lokasi lain yang juga mengalami cave stop.

    Item Type: Other
    Subjects: 600 Teknologi
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 04 Apr 2012 09:52
    Last Modified: 04 Apr 2012 09:52
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2567

    Actions (login required)

    View Item