STUDI HIDROGEOLOGI DI DAERAH BINGIN TELUK, KECAMATAN RAWAS ILIR, KABUPATEN MUSI RAWAS, PROVINSI SUMATERA SELATAN, PT. GORBY PUTRA UTAMA

TAUFAN , NUGRAHA (2012) STUDI HIDROGEOLOGI DI DAERAH BINGIN TELUK, KECAMATAN RAWAS ILIR, KABUPATEN MUSI RAWAS, PROVINSI SUMATERA SELATAN, PT. GORBY PUTRA UTAMA. Jurusan Teknik Pertambangan UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (22Kb) | Preview

    Abstract

    Data curah hujan diperoleh dari stasiun Meteorologi dan Geofisika Bandar Udara Sultan Baddarudin II Kota Palembang selama 25 tahun terakhir dari tahun 1986 – 2010. Curah hujan rata-rata tahunan yaitu 2.722,20 mm/tahun sedangkan jumlah hari hujan setiap tahunnya berkisar antara (153 – 246) hari/tahun dengan rata-rata 201hari/tahun, daerah penelitian termasuk wilayah dengan curah hujan tinggi. Di daerah penelitian terdapat lima daerah tangkapan hujan (DTH), yaitu DTH I, II, III, IV, dan V. Nilai debit limpasan pada masing – masing DTH ialah 3 3DTH I sebesar 17,78 m /detik, DTH II sebesar 46,15 m /detik, DTH III sebesar 3 334,23m /detik, DTH IV sebesar 47,33 m /detik dan DTH V sebesar 103,93 3m /detik. Untuk mendapatkan parameter akuifer dilakukan pengujian akuifer dengan menggunakan metode Slug Test pada 4 lubang bor(DGPGT 400, DGPGT 402, DGPGT 404, DGPGT 406) dimana masing-masing lubang bor memiliki kedalaman muka airtanah yaitu, -11,52 m, -4,40 m, -10,84 m, dan -8,88 m secara berurutan. Berdasarkan hasil uji akuifer di lapangan dengan metode Slug Test -7 -diketahui nilai permeabilitas (k) akuifer berkisar antara (4,8727. 10 - 9,4386. 10 6) meter/detik. Dilihat dari jenis batuan penyusun akuifer (pasir halus), nilai permeabilitas (k) yang relatif kecil, maka potensi airtanah di daerah penelitian relatif rendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan airtanah memberikan pengaruh yang relatif kecil terhadap lereng jenjang hasil perancangan tambang.Aliran airtanah di daerah penelitian secara umum relatif dari arah Utara ke Selatan. Dari hasil analisa di laboratorium (lihat Tabel 4.4) diketahui bahwa air dari Daerah Bingin Teluk berdasarkan pH, TDS dan kandungan unsur Fetidak ada yang melebihi ambang batas menurut Kep-Men. Lingkungan Hidup, Nomor : 113 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Pertambangan BatubaradanPeraturan Pemerintah Nomor : 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Oleh karena itu, kualitas air di daerah Bingin Teluk termasuk baik.

    Item Type: Other
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 10 Apr 2012 09:29
    Last Modified: 10 Apr 2012 09:29
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2587

    Actions (login required)

    View Item