ANALISIS KEBUTUHAN ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENAMBANGAN BATU GAMPING UNTUK MEMENUHI CRUSHER UNIT II DENGAN KAPASITAS 5.000 TON/HARI PT SEMEN TONASA KAB. PANGKEP SULAWESI SELATAN

NURUL, BADRI (2012) ANALISIS KEBUTUHAN ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENAMBANGAN BATU GAMPING UNTUK MEMENUHI CRUSHER UNIT II DENGAN KAPASITAS 5.000 TON/HARI PT SEMEN TONASA KAB. PANGKEP SULAWESI SELATAN. Jurusan Teknik Pertambangan UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (12Kb) | Preview

    Abstract

    PT. Semen Tonasa merupakan salah satu perusahan yang memproduksi semen di wilayah timur Indonesia yang terletak di Desa Biring Ere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Propinsi Sulawesi Selatan. Penambangan batugamping di PT. Semen Tonasa dilakukan oleh dua perusahaan sebagai tenaga luar (out sourcing) yaitu PT. Batara Indo Prima yang beroperasi di kuari B4 dan PT. Topabiring yang beroperasi di kuari B3 dan B4 dengan masing-masing menggunakan 2 unit alat muat dan 10 unit alat angkut untuk memenuhi kebutuhan crusher unit II dengan kapasitas 5.000 ton/hari, crusher unit III dengan kapasitas 2.500 ton/hari, dan crusher unit IV dengan kapasitas 14.500 ton hari. Saat ini crusher yang beroperasi hanyalah crusher unit II sedangkan crusher unit III dan IV dalam keadaan rusak sehingga alat muat dan alat angkut yang beroperasi hanya memuati crusher unit II. Dari jumlah alat muat dan alat angkut yang ada menyebabkan penumpukan alat angkut pada saat pemuatan batugamping di kuari dan penumpahan di crusher unit II sehingga meningkatkan nilai standby time alat muat dan alat angkut yang beroperasi. Nilai standby time alat muat yang beroperasi di kuari B3 adalah 1.623,34 menit/bulan dan nilai standby time rata-rata alat angkut 4.448,32 menit/bulan sedangkan alat muat yang beroperasi di kuari B4 nilai standby time rata-ratanya adalah 3.647,25 menit/bulan dan alat angkut 5.599,38 menit /bulan. Untuk meningkatkan efektifitas penggunaan alat muat dan alat angkut maka dilakukan penekanan terhadap nilai standby time alat yang beroperasi dengan cara melakukan pengurangan penggunaan alat muat dan alat angkut yang digunakan menjadi 3 unit alat muat dan 10 unit alat angkut dengan rincian PT. Batara Indo Prima menggunakan 1 unit alat muat dan 4 unit alat angkut yang beroperasi di kuari B4 dengan nilai standby time masing-masing 1.425 menit/bulan dan 1.644,46 menit/bulan dan PT. Topabiring menggunakan 2 unit alat muat dan 6 unit alat angkut yang beroperasi di kuari B3 dan B4 dengan nilai standby time rata-rata 1.157,21 menit/bulan untuk alat muat dan 3.214,15 menit/bulan. Upaya untuk mengatasi penumpukan alat angkut pada saat pemuatan dan penumpahan batugamping dilakukan dengan mengurangi jumlah alat muat dan alat angkut yang digunakan masing-masing perusahaan out sourcing untuk menekan nilai standby time alat muat dan alat angkut yang beroperasi untuk memenuhi kebutuhan crusher unit II dengan kapasitas 5.000 ton/hari sehingga meningkatkan nilai efektifitas penggunaan alat muat dan alat angkut.

    Item Type: Other
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 10 Apr 2012 13:23
    Last Modified: 10 Apr 2012 13:23
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/2713

    Actions (login required)

    View Item