PENERAPAN METODE GEOFISIKA TERPADU UNTUK MENDETEKSI ZONA MINERALISASI DI DAERAH “DLJ” PAKENJENG, KABUPATEN GARUT, PROPINSI JAWA BARAT

YOSANDARU SAMDIPA , VIRASINA (2012) PENERAPAN METODE GEOFISIKA TERPADU UNTUK MENDETEKSI ZONA MINERALISASI DI DAERAH “DLJ” PAKENJENG, KABUPATEN GARUT, PROPINSI JAWA BARAT. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (46Kb) | Preview

    Abstract

    Survey geofisika ini menggunakan tiga metode yaitu metode Geomagnetik untuk mengetahui zona alterasi dan melokalisir daerah- daerah Host Rock yaitu batuan induk berdasarkan nilai intensitas kemagnetan yang dilanjutkan dengan penelitian menggunakan IP yang bertujuan untuk mengidentifikasi zona mineralisasi berdasarkan nilai chargebilitas/PFE kemudian tahap berikutnya menggunakan metode CSAMT yang bertujuan untuk mengidentifikasi zona mineralisasi berdasarkan nilai resistivitas. Penelitian tersebut dilakukan di daerah „DLJ‟ Blok PT. Aneka Tambang unit Papandayan kecamatan Pakenjeng, kabupaten Garut, Jawa Barat. Proses pengambilan data dilakukan selama 2 bulan dengan jumlah 4 lintasan spasi antar lintasan 300 m dengan luas area pengukuran 1 km x 4 km. Pengambilan data menggunakan Proton Precession Magnetometer (PPM) model G856 untuk metode geomagnetik dengan spasi antar titik ukur 5 m, Syscal dan IP Yokohama untuk metode IP konfigurasi dipole – dipole dengan spasi antar elektroda 25 m. Sedangkan metode selanjutnya pengambilan data menggunakan Phoenix T3 (transmitter) dan Phoenix V8 ( receiver) untuk metode CSAMT dengan spasi antar titik ukur 50 m. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak magloc, excel, Res2dinv, CMT Pro, Surfer 10 dan geosoft oasis montaj. Dari hasil pengolahan ini didapatkan profil kemagnetan, penampang 2D resistvitas dan chargebilitas/PFE, peta total magnetik intensitas, peta upward continuation, peta reduksi ke ekuator, peta resistivitas dan peta chargebilitas/PFE. Hasil interpretasi integrasi metode geofisika daerah yang diperkirakan zona mineralisasi berada pada nilai intensitas magnet tinggi ( > 45100 nT) untuk metode geomagnetik, Variasi nilai chargebilitas/PFE dengan resistivitas menunjukkan bahwa mineralisasi terakumulasi di zona alterasi argilik (resistivitas rendah < 100 ohm-m – Chargebilitas/ PFE tinggi > 200 msec/ > 1,8 %) dan silifikasi (Resistivitas tinggi > 200 ohm- m - Chargebilitas/ PFE tinggi > 200 msec/ PFE > 1,8 %) .Untuk Respon Resistivitas pada metode CSAMT mempunyai nilai resistivitas tinggi (>200 ohm-m) dan resistivitas rendah (<100 ohm-m) dengan penetrasi kedalaman sampai 700 m. Dari keterdapatan respon tersebut zona – zona mineralisasi penyebarannya lebih condong ke arah utara semakin menebal dari pada ke arah selatan dikarenakan pola stuktur yang mempengaruhinya yang berarah utara-selatan. Zona mineralisasi tersebut dianggap cukup berpotensi yang diduga mengandung mineral ekonomis yaitu mineral emas. Kata kunci : Zona mineralisasi, Geomagnetik, IP ( induksi polarisasi), CSAMT ( Control Source Audio Magnetotellurik), Intesitas magnet, Chargebilitas/PFE, Resistivitas.

    Item Type: Thesis (Undergraduate)
    Subjects: 600 Teknologi
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geofisika
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 20 Apr 2012 13:46
    Last Modified: 20 Apr 2012 13:46
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/3032

    Actions (login required)

    View Item