GEOLOGI DAN STUDI PROVENAN BATUPASIR FORMASI LANGKOWALA DAERAH TANGGETADA, KECAMATAN POMALAA, KABUPATEN KOLAKA, PROPINSI SULAWESI TENGGARA

ACHMAD NUR , ARIEFIN (2012) GEOLOGI DAN STUDI PROVENAN BATUPASIR FORMASI LANGKOWALA DAERAH TANGGETADA, KECAMATAN POMALAA, KABUPATEN KOLAKA, PROPINSI SULAWESI TENGGARA. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (30Kb) | Preview

    Abstract

    Lokasi daerah telitian berada di daerah Kuasa Pertambangan PT. Bhumi Saprolite Indonesia. Secara administratif berada di daerah Tanggetada, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Propinsi Sulawesi Tengggara. Secara geografis berada pada koordinat berdasarkan UTM WGS84 51S, lokasi penelitian terletak 352976mE - 358417mE dan 9518102mN – 9522895mN, dengan luas daerah telitian mencakup 5,45x4,8 km2Berdasarkan klasifikasi Van Zuidam (1983), daerah telitian dibagi menjadi satu bentuk asal yaitu bentuk asal denudasional dan 3 bentuk lahan berdasarkan analisa kemiringan lereng yaitu, perbukitan terdenudasi berelief datar – miring (D1), perbukitan terdenudasi berelief agak curam (D2), dan perbukitan terdenudasi berelief curam - sangat curam (D3). Pola pengaliran pada daerah telitian adalah parallel dengan lembah sungai berbentuk ’’V“ dengan memperlihatkan pengikisan ke samping lebih kuat. Berdasarkan tempat mengalirnya termasuk ke dalam bedrock stream. memanjang utara hingga selatan dengan skala 1: 25.000. Stratigrafi daerah telitian dibagi menjadi dua satuan batuan, yaitu Satuan Konglomerat Langkowala dan Satuan Konglomerat Sisipan Batupasir Langkowala. Kedua satuan tersebut berfragmen konglomerat polimik yang terdiri dari dunit, peridotit, gabro, dan sekis mika kuarsa. Hubungan antara kedua satuan tersebut diperkirakan menjemari. Umur kedua satuan tersebut Miosen Tengah sampai Miosen Akhir (Simandjuntak dkk, 1994). Struktur geologi pada daerah telitian adalah normal right slip fault (Rickard, 1972) dan sesar turun diperkirakan. Paleoclimate daerah telitian pada diagram QFL (Nelson, 2007) menunjukkan daerah sumbernya beriklim humid atau lembab. Berdasarkan plot komponen Qm yang berpemadaman bergelombang dan yang berpemadaman tak bergelombang, serta Qp dengan jumlah kristal lebih banyak dari 3 pada diagram Tortosa dkk (1991) menunjukkan bahwa keseluruhan batupasir yang dianalisis titik – titik plotnya jatuh di bidang low rank metamorphic rock slate and schist. Hasil analisa provenan batupasir daerah telitian pada plot diagram QFL dan QmFLt (Dickinson & Suczek, 1979) termasuk dalam recycled orogen, sub-zona collision. Fragmen – fragmen konglomerat yang terdiri dari batuan ultrabasa merupakan source rock dan kehadiran mineral garnierit sebagai bukti bahwa daerah telitian berpotensi mengandung endapan nikel laterit.

    Item Type: Thesis (Undergraduate)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 11 Jul 2012 14:14
    Last Modified: 11 Jul 2012 14:14
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/3413

    Actions (login required)

    View Item