RANCANGAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG DI TAMBANG BATUBARA PT. GORBY PUTRA UTAMA MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN

TEGUH , RIYANTO (2012) RANCANGAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG DI TAMBANG BATUBARA PT. GORBY PUTRA UTAMA MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (164Kb) | Preview

    Abstract

    Daerah Bingin Teluk yang berada di Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu wilayah rencana penambangan endapan Batubara PT. Gorby Putra Utama. Sistem penambangan yang akan diterapkan adalah sistem tambang terbuka yang berarti aktivitas penambangan berhubungan langsung dengan udara luar. Kondisi iklim dan curah hujan di daerah tersebut sangat tinggi, dimana curah hujan rata-rata tahunan berdasarkan data curah hujan (stasiun Meteorologi kota Palembang tahun 1986 s/d tahun 2010) adalah 2722,26 mm/tahun, sedangkan hari hujan rata-rata pertahun adalah 201 hari. Sehingga diperlukan sistem penyaliran tambang yang memadai untuk mendukung rencana penambangan endapan Batubara agar operasi penambangan dapat berjalan dengan lancar serta produksi tambang dapat terpenuhi. Sumber utama air tambang adalah air hujan yang langsung masuk ke dalam bukaan tambang. Hasil analisis data curah hujan dari tahun 1986-2010, ditentukan intensitas curah hujan sebesar 41,51 mm/jam dan curah hujan rencana maksimum yaitu 119,73 mm/jam dengan menggunakan periode ulang hujan 3 tahun dan resiko hidrologi sebesar 98,27 %. Daerah tangkapan hujan pada lokasi penelitian dibagi menjadi lima daerah tangkapan hujan, yaitu: a. Daerah Tangkapan Hujan I, luas = 3 km2 b. Daerah Tangkapan Hujan II, luas = 1,4 km2 c. Daerah Tangkapan Hujan III, luas = 1,1 km2 d. Daerah Tangkapan Hujan IV, luas = 3,6 km2 e. Daerah Tangkapan Hujan V, luas = 1 km2 Metode penyaliran yang akan diterapkan adalah gabungan antara Mine Drainage System dan Mine Dewatering System yaitu upaya untuk mencegah supaya air tidak masuk ke dalam bukaan tambang dan mengalirkan air yang telah masuk ke dalam bukaan tambang untuk dikeluarkan. Dimensi dari saluran penyaliran adalah; panjang sisi luar saluran (a) = 2 m, lebar dasar saluran (b) = 1,3 m, lebar permukaan saluran (B) = 2,6 m dan kedalaman saluran (h) = 1,7 m. Air yang masuk ke dalam bukaan tambang dibiarkan masuk secara alami ke dalam sumuran yang dibuat dengan dimensi panjang atas 155 m, panjang bawah 150 m, lebar atas 128 m, lebar bawah 123 m dan kedalaman 5 m. Pembuatan sumuran didasarkan pada jumlah debit air yang masuk dan didasarkan pada alat gali yang digunakan yaitu backhoe Komatsu PC 200 LC-7. Selanjutnya air yang telah masuk ke dalam sumuran dipompa menuju kolam pengendapan. Pompa yang dibutuhkan sebanyak 5 buah pompa yaitu merk Multiflo Tipe MFC-420. Dimensi dari kolam pengendapan adalah panjang keseluruhan 66 m, lebar keseluruhan 55 m, kedalaman 5 m, dibagi tiga kompartemen dengan dimensi setiap kompartemen panjang 55 m dan lebar 18 m. Interval waktu pengerukan adalah 7 hari sekali.

    Item Type: Thesis (Undergraduate)
    Subjects: 600 Teknologi
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 13 Jul 2012 09:30
    Last Modified: 13 Jul 2012 09:30
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/3436

    Actions (login required)

    View Item