GEOLOGI DAN HUBUNGAN UNSUR Ni DAN Si DALAM PROFIL LATERIT DESA MOLORE, KECAMATAN LANGGGIKIMA, KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA

YORDAN WAHYU, CHRISTANTO (2012) GEOLOGI DAN HUBUNGAN UNSUR Ni DAN Si DALAM PROFIL LATERIT DESA MOLORE, KECAMATAN LANGGGIKIMA, KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (10Kb) | Preview

    Abstract

    Daerah penelitian berada di lokasi pertambangan PT.Stargate Pasific Resources. Secara geografis daerah telitian termasuk dalam koordinat 414662-421175 dan 9633843-9631816 UTM Zona 49 dan secara administratif termasuk dalam wilayah Molore, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan dua metode, yaitu metode di atas permukaan (surface mapping methods), meliputi deskripsi batuan, pengukuran struktur, pengambilan conto batuan dan soil (analisa petrografi dan kimia), dan di bawah permukaan (sub surface mapping methods) meliputi analisa data bor. Daerah penelitian dibagi menjadi 6 bentuk lahan : perbukitan berlereng miring-curam (S1), perbukitan berlereng agak curam (S2),dataran berlereng landai-miring (S3), tubuh sungai (F1), dataran limpah banjir (F2), dan dataran pantai (M1). Daerah penelitian tersusun atas 3 satuan, yaitu Satuan Peridotit, Satuan Konglomerat Pandua, dan Satuan Endapan Alluvial. Satuan Peridotit tersusun atas batuan dunit, peridotit (lherzolite dan harzburgite), dan serpentinit, dimana batuan-batuan tersebut sudah mengalami proses pelapukan, sehingga menghasilkan zona laterit. Daerah penelitian berada pada zona dengan struktur komplek yang menyebabkan proses laterisasi batuan pada lokasi penelitian berlangsung secara intensif. Struktur geologi terdiri dari kekar berarah relatif timur laut-barat daya dan tenggara-barat laut, serta sesar mendatar kanan berarah relatif tenggara-barat laut. Anomali hubungan antara Si dan Ni yang terjadi dalam zona limonit, saprolit, maupun saprolit rocky terutama disebabkan oleh jenis batuan dasar, kontrol struktur, komposisi dan ukuran butir mineral, sehingga resistensi terhadap pelapukan pun berbeda-beda. Sehingga pada setiap zona, tidak menutup kemungkinan terjadi penyimpangan kadar yang pada umumnya diakibatkan oleh adanya batuan-batuan yang menggantung maupun yang belum mengalami pelapukan secara sempurna. Selain itu dari mineralogi juga mempengaruhi penyimpangan kadar pada profil laterit.

    Item Type: Thesis (Undergraduate)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 13 Jul 2012 09:33
    Last Modified: 13 Jul 2012 09:33
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/3437

    Actions (login required)

    View Item