PENGARUH KOMITMEN ORGANISASIONAL KEPUASAN KERJA, KUALITAS KEHIDUPAN KERJA TERHADAP TURNOVERINTENTIONS KARNYAWAN PT MADU BARU KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA

ACHMAD YUDIAR , MUHARDIKA (2012) PENGARUH KOMITMEN ORGANISASIONAL KEPUASAN KERJA, KUALITAS KEHIDUPAN KERJA TERHADAP TURNOVERINTENTIONS KARNYAWAN PT MADU BARU KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (90Kb) | Preview

    Abstract

    Secara administratif, daerah telitian terletak di daerah Jawera, Distrik Teluk Arguni Bawah, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Letak geografis 02 o 53’ 43,66” - 03 o 57’ 43,6” LS dan 133 o 37’ 30.8” - 133 o 39’ 32,4” BT, atau 347209 mE - 350964 mE dan 9672500 mN – 9667862 mN zona UTM -53 dengan luas wilayahnya adalah 18,241Km 2 . Metodologi yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu: akuisisi, analisa, dan sintesa. Akuisisi merupakan tahapan perolehan data yang terdiri dari studi pustaka regional dan pemetaan geologi permukaan. Analisa merupakan tahapan pemrosesan data terhadap hal yang geometri lapisan batubara dan proses geologi di daerah telitian, dan tahapan sintesa adalah menjelaskan proses – proses geologi yang mempengaruhi kondisi geometri lapisan batubara. Berdasarkan aspek geomorfologi menurut Van Zuidam (1983), maka daerah telitian dapat dibagi menjadi 2 bentukan asal dan 3 satuan bentuklahan, yaitu: a. Bentukan asal struktural (S) terdiri dari satuan bentuklahan perbukitan struktural bergelombang sedang-lemah (S1) dan satuan bentuklahan perbukitan struktural berombak (S2). b. Bentukan asal fluvial (F), yaitu satuan bentuklahan dataran rawa (F1). Pola pengaliran yang berkembang pada daerah telitian yaitu trellis. Stratigrafi daerah telitian dari tua ke muda terdiri dari Satuan batulanau Steenkool, Satuan batupasir Steenkool, Satuan batulanau pembawa batubara Steenkool dan Satuan endapan aluvial. Daerah telitian merupakan sayap barat antiklin dengan struktur geologi yang berkembang berupa sesar mendatar kiri/Left Slip fault (Rickard,1972). Lingkungan pengendapan Formasi Steenkool pada daerah telitian adalah Tidal Flats dengan sub-lingkungan pengendapan supratidal-subtidalpada fasies salt marsh, mud flats dan mixed flats (Tucker, 1982). Geometri lapisan batubara salah satu aspek yang diperhitungkan dalam penentuan kebijakan eksplorasi selanjutnya. Menurut kuncoro ( 2000), geometri lapisan batubara terdiri merupakan aspek dimensi atau ukuran dari suatu lapisan batubara meliputi tebal, kemenerusan, kemiringan, pola sebaran, bentuk, keteraturan, pelapukan, cleat, dan kondisi roof dan floor lapisan batubara. Secara umum, geometri lapisan batubara di daerah penelitian dipengaruhi oleh proses geologi syn depositional – post depositional.

    Item Type: Thesis (Undergraduate)
    Subjects: 600 Teknologi
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Manajemen
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 17 Jul 2012 10:32
    Last Modified: 17 Jul 2012 10:32
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/3461

    Actions (login required)

    View Item