ANALISIS ISI PEMBERITAAN BENCANA BANJIR LAHAR DINGIN MERAPI DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA PADA SKH KEDAULATAN RAKYAT PERIODE BULAN DESEMBER 2010 – FEBRUARY 2011

LAMBERTUS M., SABON (2012) ANALISIS ISI PEMBERITAAN BENCANA BANJIR LAHAR DINGIN MERAPI DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA PADA SKH KEDAULATAN RAKYAT PERIODE BULAN DESEMBER 2010 – FEBRUARY 2011. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (13Kb) | Preview

    Abstract

    Pada akhir tahun 2010, kota Yogyakarta terkena bencana alam yaitu bencana letusan Gunung Merapi dan diikuti dengan banjir lahar dingin Merapi yang terjadi pada periode Desember 2010-Februari 2011. Bencana alam yang melanda daerah Yogyakarta dan sekitarnya tersebut menjadi pemberitaan yang ramai dibicarakan. Dengan adanya hal semacam ini membuat penulis tertarik untuk meneliti bencana tersebut dengan rumusan masalahnya adalah : bagaimana isi pemberitaan tentang bencana banjir lahar dingin Merapi yang terjadi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya pasca letusan Gunung Merapi pada pemberitaan SKH Kedaulatan Rakyat periode bulan Desember 2010-Februari 2011. Metode yang digunakan adalah analisis isi, yaitu metode penelitian untuk mendeskripsikan secara obyektif, sistematis, dan kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui isi pemberitaan banjir lahar dingin pasca erupsi Merapi. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan berita mengenai banjir lahar dingin Merapi pada SKH Kedaulatan Rakyat periode Desember 2010- February 2011, yang berjumlah 145 berita. Kategori yang digunakan dalam penelitian ini adalah format penulisan berita, narasumber, tipe liputan, posisi berita, teknik pengumpulan fakta, orientasi berita, sifat berita, dimensi berita, dan tema berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita bencana banjir lahar dingin Merapi pada SKH Kedaulatan Rakyat lebih banyak menggunakan jenis berita straight news ketimbang jenis berita soft news. Narasumber yang sering dimunculkan adalah narasumber pemeritah. Tipe liputan yang banyak dipakai pada Kedaulatan Rakyat adalah satu sisi. Posisi berita lebih banyak ditempatkan pada posisi berita bukan headline. Teknik pengumpulan fakta yang banyak muncul pada SKH Kedaulatan Rakyat adalah dengan menggunakan teknik wawancara. Orientasi berita yang lebih banyak ditampilkan adalah sosiologi. Unit analisis kombinasi sifat berita pada Kedaulatan rakyat adalah argumentatifdeskriptif. Dimensi berita yang lebih banyak muncul adalah dimensi sosial. Sedangkan tema berita yang lebih banyak muncul adalah dampak bencana. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa SKH Kedaulatan Rakyat mencoba ingin menunjukkan kontrol sosial melalui pemberitaanya. Sebagai surat kabar daerah Kedaulatan Rakyat juga ingin menunjukkan bahwa ia juga tanggap dalam menyampaikan pemberitaan-pemberitaan terkini dan teraktual, pada saat terjadinya banjir lahar dingin yang menimpah Yogyakarta dan sekitarnya, pada periode bulan Desember 2010-Februari 2011. At the and of the years 2010, the city of Yogyakarta disaster affected the eruption of Mount Merapi, followed by Merapi cold lava flood that occurred in the period December 2010-February 2011. Natural disasters that hit Yogyakarta and surrounding areas into a crowded news discussed. Given this sort of thing makes the author was interested in studying the disaster with the formulation of the problem is: how to browse the news on Merapi cold lava floods that occurred in Yogyakarta and surrounding areas after the eruption of Mount Merapi in the preaching of the Kedaulatan Rakyat SKH-month period December 2010-February 2011. The method used was content analysis, the research methods to describe in an objective, systematic, and quantitative. The purpose of this study to determine the content of the news after the floods of cold lava eruption. The population in this study is the whole story about the cold lava flood in Kedaulatan Rakyat SKH in December 2010-February 2011 period, which totaled 145 news. Categories used in this study were news writing format, source, type of coverage, the position of news, fact-gathering techniques, the orientation of the news, the nature of news, dimension news, and news themes. The results showed that the news about the floods of Merapi’s cold lava on the Kedaulatan Rakyat’s SKH mostly use straight news type of reporting than the soft news type. The informants that are often raised are from the Government. Type of coverage that is widely used on the Kedaulatan Rakyat is one sided. The news positions are not placed as headline news. Fact-gathering techniques that often appeared in Kedaulatan Rakyat’s SKH is interview techniques. The news orientation that are often shown is sociology. Combination analysis unit of the nature of news on Kedaulatan Rakyat are descriptive-argumentative. The news dimension that oftenly merges is social dimension. Meanwhile, mostly of the news theme emerging are the impact of the disaster. Based on the description above, it can be concluded that the Kedaulatan Rakyat’s SKH is trying to show social control through it’s reportings. As a local newspaper, Kedaulatan Rakyat also wanted to show that they are also responsive in delivering the latest and actual news, at the time of the cold lava flood befalls Yogyakarta and its surroundings, in the December 2010-February 2011 period.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 17 Jul 2012 14:18
    Last Modified: 18 Jul 2012 09:26
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/3493

    Actions (login required)

    View Item