CLEAT PADA LAPISAN BATUBARA DAN APLIKASINYA DI DALAM INDUSTRI PERTAMBANGAN

BAMBANG, KUNCORO P. (2012) CLEAT PADA LAPISAN BATUBARA DAN APLIKASINYA DI DALAM INDUSTRI PERTAMBANGAN. JURNAL ILMIAH MTG, - (-). 1-50-1-61. ISSN -

[img]
Preview
PDF
Download (984Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini dilakukan pada cleat di dalam lapisan batubara yang dikendalikan oleh sesar dan lipatan simetri. Lokasinya di Satui (antiklin, Formasi Tanjung), Kalimantan Selatan serta Palaran (antiklin, Formasi Balikpapan) dan Busui (sinklin, Formasi Warukin), keduanya di Kalimantan Timur. Pengamatan batubara dilakukan di zona sesar, sayap curam dan landai lipatan asimetri pada lapisan batubara yang sama di masing-masing lokasi. Pengamatan megaskopis di lapangan dan mikroskopis menggunakan Scanning Electrone Microscope (SEM) untuk mengetahui karakteristik geometri cleat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh sesar dan lipatan terhadap cleat ditunjukkan oleh perbedaan jumlah frekuensi cleat di zona sesar paling besar, kemudian semakin kecil di sayap curam dan di sayap landai. Akibat perbedaan jumlah frekuensi cleat tersebut, maka derajat fragmentasi batubara menjadi berbeda-beda. Batubara di zona sesar terfragmenkan, di sayap curam agak terfragmenkan, sedangkan di sayap landai kurang terfragmenkan. Cleat dipelajari karena berhubungan dengan kehadiran mineral pirit di dalam lapisan batubara, kualitas batubara, eksplorasi dan eksploitasi CBM (Coal Bed Methan), aktivitas penambangan (penentuan arah penambangan, pemilihan tata letak tambang, penerapan teknologi penambangan, dan kestabilan lereng), penumpukan, hingga pemasaran batubara. Kata-kata kunci: zona sesar, sayap curam, sayap landai, frekuensi cleat. Abstract - This research at cleat in coal seam which controlled by fault and asymetri fold in Satui (anticline, Tanjung Formation) South Kalimantan, Palaran (anticline, Balikpapan Formation), and Busui (sincline, Warukin Formation) East Kalimantan. The coal observation has taken in fault zone, steep and slope flank in each location at the same coal seam. Megascopic observation has done to know characteristic of cleat geometry and supported by Scanning Electrone Microscope. Results of the present study indicate that influence of fault and fold structures to the cleats that shown by difference of cleat frequency on fault zone is biggest, then successively smaller in steep flank and slope flank. As a result degree of fragmentation of coal becomes different. Coal in fault zone is fragmented, in steep flank rather fragmented, while in slope flank unproperly is fragment Cleats are natural fractures in coal beds, which is studied in relation to pyrite mineral in coal bed, coal quality, exploration and exploitation of CBM, and mining activity (mine design, mine technology, and slope stability), stock piling, and coal marketing. Key words: fault zone, steep flank, slope flank, cleat frequency. PENDAHULUAN Menurut Laubach (1998), cleat adalah rekahan alami di dalam lapisan batubara yang bersifat terbuka, terdiri atas face cleat dan butt cleat. Kedua jenis cleat ini pada umumnya membentuk sudut siku atau agak siku satu sama lain dan tegak lurus terhadap permukaan lapisan batubara atau mempunyai orientasi berbeda dengan kedudukan lapisan batubara. Face cleat adalah sistem cleat primer, biasanya dominan dengan bidang individu yang lurus dan kokoh P

    Item Type: Article
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 15 Aug 2012 12:12
    Last Modified: 15 Aug 2012 12:12
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/3712

    Actions (login required)

    View Item