GEOLOGI DAN STUDI FORMASI NGLANGGERAN DAERAH PATUK DAN SEKITARNYA, KECAMATAN PATUK, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, PROVINSI D.I. YOGYAKARTA

HARIS , FEBBYANTO (2012) GEOLOGI DAN STUDI FORMASI NGLANGGERAN DAERAH PATUK DAN SEKITARNYA, KECAMATAN PATUK, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, PROVINSI D.I. YOGYAKARTA. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (87Kb) | Preview

    Abstract

    Daerah Patuk adalah sebuah daerah di Kabupaten Gunung Kidul. Secara administratif lokasi Patuk berada di kecamatan Patuk. Sebelah utara daerah penelitian dibatasi oleh Dusun Wukiharjo dan Kinongko Kidul, sebelah timur dibatasi oleh Dusun Klayen, sebelah selatan dibatasi oleh Dusun Ngorooro dan sebelah barat dibatasi oleh Dusun Karangasem. Secara geografis berada pada koordinat 444000mE – 450000mE dan 9133000mN – 9137000mN. Metodologi penelitian yang digunakan adalah lintasan pengamatan, pemetaan lapangan penelitian, deskripsi batuan, foto singkapan, pengukuran struktur, pengambilan contoh batuan (analisis petrografi dan analisis mikropaleontologi). Terdapat 2 satuan geomorfologi, yaitu bentuk asal struktural yang terdiri dari bentuk lahan Perbukitan homoklin (S1), Gawir sesar (S2), Lembah homoklin (S3), bentuk asal Fluvial yang terdiri atas Tubuh sungai (F1), Dataran limpah banjir (F2) dan Aluvial (F3). Pada daerah penelitian didapatkan enam (6) satuan batuan dari tua ke muda yaitu satuan lapili Formasi Semilir yang berumur Miosen awal (N5) yang terendapkan pada Smooth Portion Of Suprafan Lobes menurut Walker, 1978. Satuan ini diendapkan secara selaras di bawah satuan batupasir dan satuan breksi piroksen Formasi Semilir yang berumur Miosen awal (N5-N6). Satuan batupasir Formasi Semilir terendapkan pada Smooth Portion Of Suprafan Lobes menurut Walker, 1978 dan Bathial atas berdasarkan analisa bentos. Satuan breksi andesit piroksen terendapkan pada Smooth-Channelled menurut Walker, 1978. Hubungan stratigrafi kedua satuan tersebut adalah selaras dan beda fasies (melensa) sedangkan hubungan stratigrafi satuan batupasir Formasi Semilir dengan satuan diatasnya yaitu satuan breksi Formasi Nglanggeran adalah selaras. Satuan breksi Formasi Nglanggeran berumur Miosen awal (N7). Satuan breksi Formasi Nglanggeran terendapkan pada Upper Fan menurut Walker, 1978. Kemudian terdapat satuan breksi andesit Formasi Nglanggeran berumur Miosen Awal (N7) yang diendapkan secara selaras di atas satuan breksi Formasi Nglanggeran. Satuan breksi andesit Formasi Nglanggeran terendapkan pada lingkungan darat dengan ditemukannya lava yang tidak menunjukkan lava bantal. Selanjutnya terjadi pengangkatan serta pemiringan lapisan dan penyesaran membentuk rekahan-rekahan. Terdapat 2 jenis sesar pada daerah penelitian Left Normal Slip Fault di daerah Klegung dan Normal Right Slip Fault di daerah Belang. Pada holosen diendapkan satuan endapan alluvial berupa material lepas hasil erosi batuanbatuan sebelumnya. Dari hasil penelitian, Formasi Nglanggaran merupakan hasil sedimentasi yang berada di laut dan di darat, pola sebaran Formasi Nglanggran menempati sebagian besar daerah penelitian pada bagian selatan dengan pola timur – barat, Formasi Nglanggran yang pada awalnya merupakan satu satuan yang terdiri dari breksi, dapat dipisahkan menjadi 2 satuan yang berbeda serta mempunyai proses mekanisme pengendapan yang berbeda, yaitu satuan breksi Formasi nglanggran dengan karakteristik terdapat batupasir sebagai sisipan dan satuan breksi andesit dengan lava sebagai sisipan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 23 Oct 2012 10:59
    Last Modified: 23 Oct 2012 10:59
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/4186

    Actions (login required)

    View Item