KAJIAN TEKNIS PRODUKTIFITAS ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT BATUBARA PADA PENAMBANGAN BATUBARA DI PT. BUKIT ASAM. SITE MTBU TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN

FERNANDA , YULIANDY (2012) KAJIAN TEKNIS PRODUKTIFITAS ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT BATUBARA PADA PENAMBANGAN BATUBARA DI PT. BUKIT ASAM. SITE MTBU TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (294Kb) | Preview

    Abstract

    Kegiatan penambangan batubara oleh PT. Bukit Asam (PT. BA) yang berlokasi di Kecamatan Merapi, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, menggunakan sistem tambang terbuka yang menggunakan metode konvensional. Setelah kegiatan pengupasan tanah penutup (overburden) maka kegiatan penambangan dilanjutkan dengan penggalian, pemuatan dan pengangkutan. Terdapat kombinasi alat muat dengan alat angkut yang harus ditingkatkan produksi. Yaitu kombinasi 1 unit PC 750SE-6 dengan 9 unit Hino FM260JD. Target produksi yang ditetapkan sebesar 250.000 Ton/bulan, secara perhitungan tercapai sebesar 235.181,3 Ton/bulan untuk alat muat dan 231.877,8 Ton/bulan untuk alat angkutnya. Hal ini dikarenakan masih tingginya faktor hambatan yang menyebabkan rendahnya efisiensi kerja sehingga produksi yang dihasilkan oleh alat muat dan alat angkut belum mampu mencapai target produksi. Untuk meningkatkan produksi alat muat dan alat angkut dilakukan dengan cara melakukan pencegahan dan pengurangan terhadap hambatan-hambatan yang terjadi terutama hambatan yang dapat ditekan maka akan dapat meningkatkan waktu kerja efektif, dari peningkatan efisiensi kerja diperoleh efisiensi kerja alat muat yang semula 71 % meningkat menjadi 77 % dan efisiensi kerja alat angkut yang semula 67 % meningkat menjadi 73 %. Maka produksi alat muat meningkat dari 235.181,3 Ton/bulan menjadi 255.055,8 Ton/bulan. Sedangkan produksi pada alat angkut meningkat dari 231.877,8 Ton/bulan menjadi 252.643 Ton/bulan. Kata kunci: Produksi, faktor hambatan, waktu kerja PT. Bukit Asam (PT BA) coal mining company located in the District of Merapi, Lahat regency, South Sumatra, using open-pit mining system using conventional methods. After stripping activities cover (overburden), the mining activity continued with the excavation, loading and transportation. There is a combination of tools that fit the conveyance should be increased production. That combination of 1 unit 750SE PC-6 with 9 unit Hino FM260JD production target of 250,000 tons / month, the calculation is achieved by 235,181.3 tons / month for unloading equipment and 231,877.8 tons / month for transport means. This is due to the high resistance factor that causes low efficiency of labor so that production is generated by means of loading and transport equipment has not been able to achieve production targets. To increase production and unloading equipment and transportation is done by the prevention and reduction of barriers that occur primarily to the reduced barriers will increase the effective working time, work efficiency gained from increased work efficiency tools fit the original 71% up to 77 % and the efficiency of the original conveyance increased 67% to 73%. The production of tools and unloading increased from 235,181.3 tons / month to 255,055.8 tons / month. While the production of the means of transportation increased from 231,877.8 tons / month to 252,643 tons / month Key words: Production, constraints factor, working time

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    600 Teknologi
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 23 Oct 2012 11:15
    Last Modified: 23 Oct 2012 11:15
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/4191

    Actions (login required)

    View Item