STUDI POTENSI BAHAN GALIAN NON LOGAM DAN BATUAN DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PROVINSI JAMBI

WAHYU, WAHYU (2012) STUDI POTENSI BAHAN GALIAN NON LOGAM DAN BATUAN DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PROVINSI JAMBI. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (90Kb) | Preview

    Abstract

    Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang memiliki bahan galian yang cukup besar, sebagian besar bahan galian tersebut merupakan bahan galian untuk keperluan industri dan konstruksi yang tersebar di beberapa tempat. Saat ini bahan galian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga belum tersedianya tata ruang wilayah pertambangan yang memadai. Perlu dilakukan kajian tentang potensi, lokasi penambangan, dan produksi bahan galian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Bahan galian non logam dan batuan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat meliputi berbagai jenis antara lain: Pasir kwarsa, pasir batu, tanah liat, kaolin, andesit dan granit yang tersebar di 7 kecamatan. Bahan galian Andesit tersebar dibeberapa Kecamatan antara lain: Batang Asam, Tungkal Ulu dan Merlung. Bahan galian sirtu dan tanah liat tersebar diseluruh Kecamatan antara lain Batang Asam, Renah Mendaluh, Tungkal Ulu, Merlung, Muara Papalik, Tebing Tinggi dan Betara. Pasir kwarsa tersebar dibeberapa Kecamatan yaitu Tebing Tinggi, Tungkal Ulu dan Betara. Kaolin tersebar di Kecamatan Batang Asam, Tungkal Ulu, Merlung, Betara dan Muara Papalik sementara Granit tersebar di dua kecamatan yaitu Batang Asam dan Renah Mendalu. Kegiatan eksplorasi yang dilakukan termasuk kegiatan Survei tinjau, sehingga sesuai aturan Menurut Standar Nasional Indonesia Amandemen I SNI 13-5014-1998 termasuk klasifikasi sumberdaya Hipotetik. Analisis perhitungan potensi sumberdaya, metode yang digunakan adalah metode Luas dan faktor rata-rata. Sumberdaya perkecamatan; Batang Asam: 1.634.900.000 m3 , Renah Mendaluh: 1.110.120.740 m3, Tungkal Ulu: 460.486.000 m3, Merlung: 208.016.800 m3, Muara papalik: 204.035.112 m3, Tebing Tinggi: 450.569.360 m3 dan Betara: 737.947.120 m3. Analisis indikator penentuan potensi bahan galian dilakukan dengan menggunakan indikator Term of Grade (Tc). Analisis hanya dilakukan terhadap tiga bahan galian yaitu: Granit, Kwarsa dan Kaolin. Berdasarkan analisis indicator Tc dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat dua bahan galian industri yang berpotensi ekspor yaitu Granit dan kaolin sedangkan untuk kwarsa kurang berpotensi. Bahan galian andesit, pasir batu dan tanah liat berpotensi untuk diusahakan guna untuk memenuhi kebutuhan bahan konstruksi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang menjalankan program percepatan pembangunan. Analisis Kawasan pertambangan berdasarkan keputusan menteri energi dan sumberdaya mineral tahun 2003 Tentang Kriteria Penetuan dan Tata Cara Pembuatan Peta Wilayah Keprospekan Kawasan Pertambangan, Serta Prosedur Penetapan Kawasan Pertambangan Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah diketahui daerah yang tidak layak seluas 12.457,87 Ha, kawasan pertambangan pengembangan ( KPP ) seluas 216.128,78 Ha dan kawasan pertambangan berpotensi ( KPB ) seluas 8.670 Ha. Kawasan pertambangan berpotensi dan pengembangan diharapkan dapat dilakukan penyelidikan yang lebih detail lagi dan dijadikan acuan pembuatan tata ruang pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Bar

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 24 Oct 2012 12:47
    Last Modified: 24 Oct 2012 14:08
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/4216

    Actions (login required)

    View Item