GEOLOGI DAN PENGARUH KARAKTERISTIK FACE CLEAT TERHADAP KUALITAS LAPISAN BATUBARA DI ANTIKLIN PAMAGUAN, DAERAH DONDANG DAN SEKITARNYA, KEC. MUARA JAWA, KAB. KUTAI KARTANEGARA, PROV. KALIMANTAN TIMUR

MUHAMMAD , JAILANI (2012) GEOLOGI DAN PENGARUH KARAKTERISTIK FACE CLEAT TERHADAP KUALITAS LAPISAN BATUBARA DI ANTIKLIN PAMAGUAN, DAERAH DONDANG DAN SEKITARNYA, KEC. MUARA JAWA, KAB. KUTAI KARTANEGARA, PROV. KALIMANTAN TIMUR. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (73Kb) | Preview

    Abstract

    Lokasi penelitian berada di wilayah konsesi PT Gelobalindo Inti Energi. Secara administratif terletak di Daerah Dondang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Secara astronomis terletak pada koordinat 117011’06.8”BT–117012’56.5”BT dan 0049’23.8”LS–0046’08.5”LS, dengan peta skala 1:12.500 dengan luas 6 Km x 3,5 Km2. Metodologi yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) tahapan yaitu: akuisisi, analisa, dan sintesa. Akuisisi merupakan tahapan perolehan data, tahap analisa dilakukan terhadap hal yang menyangkut geologi batubara daerah penelitian, dan tahap sintesa yaitu menyimpulkan dari berbagai analisa tersebut. Daerah penelitian secara regional terletak di Cekungan Kutai yang dipengaruhi tegasan regional seperti terlihat pada geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, dan karakteristik face cleat di daerah penelitian. Berdasarkan aspek-aspek geomorfologi menurut (Van Zuidam, 1979), maka daerah penelitian dibagi menjadi 4 (empat) satuan geomorfik, yaitu punggungan antiklin bergelombang lemah (S1), dataran rawa (F1), dataran limpah banjir (F2), dan tubuh sungai (F3). Mengacu pola pengaliran menurut Howard, 1967, maka pola pengaliran daerah penelitian termasuk dalam subdendritik. Stratigrafi daerah penelitian disusun oleh 3 (tiga) satuan batuan dari tua ke muda adalah sebagai berikut: satuan batupasir Balikpapan pada Kala Miosen Tengah-Akhir, satuan batupasir kuarsa Kampungbaru terbentuk pada Kala Pliosen (Supriatna, dkk., 1995), dan satuan Endapan Aluvial. Lingkungan pengendapan secara regional daerah penelitian menurut Allen. G. P., 1998 termasuk dalam Transitional lower delta plain. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian ditemukan struktur antiklin pamaguan asimetris menunjam bergelombang lemah “Steeply Inclined Horizontal Fold” berdasarkan klasifikasi Fluety (1964). Berdasarkan hasil pengamatan karakteristik face cleat secara megaskopik terdapat perbedaan dan persaman antara seam-seam di sayap landai dan sayap curam. Jarak antar bidang cleat di sayap landai berbeda dengan sayap curam. Kedudukan cleat di sayap landai dan sayap curam dipengaruhi arah tegasan regional. Perbedaan karakteristik face cleat tersebut menyebabkan perbedaan kualitas pada lapisan batubaranya. Jarak antar bidang cleat semakin rapat, maka semakin banyak bukaan yang ada sebagai jalan pembentukan mineral-mineral pirit. Semakin banyak kandungan mineral pirit dalam lapisan batubara, maka semakin turun nilai kalori batubara tersebut.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 25 Oct 2012 10:21
    Last Modified: 25 Oct 2012 10:21
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/4245

    Actions (login required)

    View Item