GEOLOGI DAN POTENSI NIKEL LATERIT DAERAH GUNUNG TOLINKU DAN SEKITARNYA DESA LAMERURU, KECAMATAN LANGGIKIMA, KAB. KONAWE UTARA,SULAWESI TENGGARA

Swastika, Arif (2012) GEOLOGI DAN POTENSI NIKEL LATERIT DAERAH GUNUNG TOLINKU DAN SEKITARNYA DESA LAMERURU, KECAMATAN LANGGIKIMA, KAB. KONAWE UTARA,SULAWESI TENGGARA. Undergraduate thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

[img]
Preview
PDF
Download (74Kb) | Preview

    Abstract

    Sari Secara administratif daerah telitian termasuk dalam wilayah Ds Lameruru, Kec Langgikima, Kab Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Secara geografis daerah telitian terletak pada koordinat 415500-422500 dan 9634800-9639500 UTM Zona 51 dengan geografisnya East 122o 14’ 21,9” - 122o 18’ 08,7” &South 3o 18’ 13,6” - 3o 15’ 40,5”. Luas daerah telitian kurang lebih 13 km2 (2x 6,5 km). Daerah telitian dibagi dalam tiga satuan bentukasal ialah: bentukasal Denudasional dengan bantuklahan perbukitan terdenudasi berlereng terjal dan bantuklahan perbukitan terdenudasi berlereng Miring-Landai, bantukasal dengan bantuklahan dataran alluvial dan bantuklahan tubuh sungai dan bantukasal marine dengan bantuklahan Dataran Pantai. Daerah telitian tersusun oleh enam satuan batuan dari tua ke muda adalah: Litodem Sekis berumur Karbon yang merupakan ciri paparan benua. Litodem Dunit dan Litodem Peridotit berumur Kapur yang merupakan ciri batuan paparan samudera dengan adanya peridotit dan dunit. Satuan Konglomerat Pandua yang berumur Miosen Akhir- Pliosen dengan batupasir sebagai sisipan yang merupakan facies pengendapan darat-transisi. Ke-empat satuan tersebut mempunyai hubungan tidak selaras. Diatas batuan tersebut pada zaman Kuarter (Recent) diendapkan secara tidak selaras Satuan Endapan Alluvial Sungai, dan Satuan Endapan Alluvial Pantai Recent. Struktur geologi yang berkembang pada daerah telitian adalah kekar, sesar dan lipatan. Struktur shear freacture memiliki dua arah umum tenggara dan barat. Struktur sesar yang berkembang adalah: Normal Left Slip Fault, Left Reverse Slip Faultdan Lag Left Slip Fault. Lipatan yang ada merupaka lipatan simetris. Berdasarkan faktor batuan asal maka bisa dibagi menjadi 3, meliputi: batuan asal sekis, batuan asal peridotit dan batuan asal konglomerat. Batuan asal peridotit sangat mendominasi dari luasan lateralnya, dan juga dilihat dari unsur kimianya, laterit dari batuan asal peridotit ini sangat berpotensi terdapatnya nikel laterit yang muncul karena banyaknya mieral olivine yang terkandung dalam batuan peridotit ataupun dunit.

    Item Type: Thesis (Undergraduate)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Basir Umaryadi
    Date Deposited: 07 Nov 2012 11:18
    Last Modified: 07 Nov 2012 11:18
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/4458

    Actions (login required)

    View Item